Langsung ke konten utama

Lost In Nyarai (Lubuk Alung)

Tepatnya  hari Sabtu tanggal 5 april 2014, kami memutuskan untuk berangkat menuju kawasan air terjun Nyarai. Sehari sebelumnya kami sudah membicarakan keberangkatan ini, adapun teman-teman yang akan bergabung dalam petualangan kali ini adalah: Dani, Risa, Tika, Lukas, Hendra (Saudara Dani) dan yogi. Hanya saja Yogi masih belum bisa dipastikan dikarenakan bakal ada survey salah satu leasing yang menjadi rekanan perusahaan tempat saya dan teman-teman bekerja. Kami masih menunggu keputusan survey ini hingga jam 10 pagi. Setelah mendapatkan kabar masih belum ada kejelasan mengenai survey ini, dengan berat hati kami meninggalkan Yogi dan segera melaju ke lokasi.

Memasuki Kawasan Nyarai 
Kami menginjakan kaki di Pintu Gerbang Nyarai pada pukul 14.00 WIB. disana kami disambut oleh salah satu petugas yang menyarankan untuk segera bergegas menuju Posko pendaftaran, mengingat 1 jam lagi keberangkatan menuju air terjun Nyarai akan ditutup. 

Berpose di Gerbang WisataAlam Nyarai

Persiapan Sebelum Keberangkatan
Setelah mendaftar dan mendata seluruh anggota yang akan berpartisipasi dalam petualangan kali ini, kami diberi arahan dan dikenalkan dengan Guide yang akan menemani perjalanan nantinya. Tidak lupa sebelum perjalanan dimulai panitia memimpin doa bersama.


Perjalanan Dimulai
Setelah Briefing dan diberikan pengarahan, kami lansung menyusuri hutan Nyarai. hinga kami sampai di Spot pertama. Waktunya bernarsis ria :)


Spot demi Spot Terlewati dan...


Beristirahat Sejenak
Sepanjang perjalanan menuju air terjun Nyarai, entah kenapa hujan seolah tak mau bersahabat dengan keberadaan kami di lokasi ini. dikarenakan hujan yang turun semakin deras, kami memutuskan untuk beristirahat sebentar sambil menikmati cemilan yang ada. selamat makan :)


Nyarai... Here We Come!!!
walaupun diguyur hujan dan sempat frustasi karena kelelahan yang melanda, akhirnya kita bisa menginjakkan kaki dilokasi Air terjun ini. seketika rasa lelah tadi berganti dengan senyum kemenangan.  We Can Make It Trough Guys!!!




Kelaparan Melanda
Setelah puas menikmati pemandangan yang ada saya dan teman-teman kembali menikmati bekal yang masih tersisa. sayangnya kita tidak membawa nasi, padahal cacing didalam perut sudah mulai memberontak.

Foto Terakhir Sebelum Perjalanan Pulang
Jam sudah menunjukkan jam 17.00 WIB, waktunya untuk bergegas pulang, mengingat perjalanan pulang bakal memakan waktu 3 Jam.



Air Sungai Semakin Deras
Hujan yang tak kunjung reda membuat air terjun nyarai menjadi keruh dan semakin deras. Sehingga tidak memungkinkan kita untuk kembali ke jalan yang sama. Akhirnya kami dipandu untuk membuka Jalan yang baru menyusuri hutan belantara. Dikarenakan medan yang ditempuh cukup licin, banyak diantara kita yang terjatuh dan mengalami keram pada betis. Salah satunya ya saya… Sampai-sampai saya harus merelakan kehilangan jam tangan kesayangan 

Perjalanan kami lanjutkan, hingga akhirnya kami bisa keluar dari hutan tersebut pada Jam 8.00 malam. Dengan hanya bermodalkan lampu dari HP, kami menyusuri hutan ditengah gelapnya malam. Untung saja kami bisa keluar dengan selamat.





Komentar

Rekomendasi Untuk Anda

Pesona Puncak Kabun Singgalang

Puncak Kabun Singgalang Berburu keindahan alam merupakan salah satu hobi yang kembali tengah saya tekuni belakangan ini. Berbagi foto dan menuliskan segala pengalaman diberbagai tempat yang saya kunjungi merupakan suatu kebanggaan. Terutama jikalau bisa mengekspos tempat-tempat indah yang belum banyak diketahui khalayak ramai. Bahkan waktunya pun sering saya lakukan di jam-jam sibuk perkantoran. Agar dapat menikmati keindahan alam tanpa banyaknya orang atau kendaraan yang berseliweran kesana kemari. Kali ini saya menyaksikan langsung keindahan Puncak Kabun Singgalang yang berada di Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam. Lokasi ini nggak jauh letaknya dari Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) Syekh Bagodaik di Jorong Baringin, Kanagarian Cingkariang. Keasrian alam, sejuknya udara di lokasi ini berpadu dengan keramahan warga sekitar yang mayoritas berprofesi sebagai petani sayur menemani perjalanan kami kali ini.  Siang itu tepatnya setelah Shololat Dzuhur, ...

Berkunjung Ke Rumah Apung Di Kampung Mandas Taroesan

Awalnya keinginan kembali mengeksplorasi keindahan Kawasan Wisata Taman Laut Mandeh ini dikarenakan ingin berkunjung ke spot Taluak Sikulo yang belakangan cukup viral. Tekad yang sudah bulat membuat kami bersemangat untuk mengunjungi lokasi yang katanya mirip dengan pemandangan pantai yang ada di Bali. Namun perlahan tapi pasti tekad yang bulatpun terkikis sedikit demi sedikit oleh terjangan badai laut yang cukup membuat  panik dan berhasil menyurutkan keinginan untuk menginjakkan kaki disana. Sehingga kami memutuskan  untuk berbalik arah ke lokasi lainnya.  Yang jelas disaat gelombang ombak sudah mulai tinggi. Saya buru-buru mengambil dan membagikan life vest agar dapat meminimalisir jika hal yang tidak diinginkan nantinya terjadi. Namun di tengah jalan keputusan diambil agar merubah rute perjalanan ke lokasi lainnya dikarenakan cuaca makin tak kunjung bersahabat. Bukan menyerah hanya saja demi kebaikan bersama kami pikir lebih baik membatalkan perjalanan kali ini ke Ta...

Catatan Seorang Penyiar Radio

Banyak orang tentunya terlahir dengan memiliki suara nan indah. Namun banyak juga yang harus bekerja keras untuk memiliki kualitas vocal yang baik untuk menjadi seorang penyiar professional. Radio merupakan media yang hanya bisa didengar. Tentu saja suara merupakan aset terpenting seorang penyiar, yang sekaligus merupakan ujung tombak /  front liner  yang langsung berinteraksi dengan pendengar. Hanya saja menjadi seorang professional tidak cukup hanya bermodal suara emas, tapi juga banyak kriteria lainnya yang harus dimiliki orang-orang yang ingin berkecimpung dalam dunia kepenyiaran. Kira-kira apa saja sih yang dibutuhkan? Penyiar harus memiliki  wawasan  yang luas agar dapat menghidupkan suasana siarannya. Karena biasanya orang-orang pada umumnya menganggap kalo penyiar merupakan sosok pribadi yang serba tahu. Oleh karena itu penyiar dituntut untuk serba tahu dengan permasalahan ter- update. Untuk itu para penyiar dituntut untuk rajin mencari informasi de...

Menyapa Keelokan Alam Talang

Jenuh dengan suasana perkotaan yang hiruk pikuk dengan kesibukan yang tiada habisnya. Akhirnya di moment Bulan Ramadhan tahun 2016 silam saya memutuskan kembali ke kampung halaman. Setelah mencoba mengejar ambisi yang tak kunjung tercapai, saya memutuskan untuk berbalik arah dan kembali menetap disini. Seperti robot... itu yang saya rasakan. Harus berangkat kerja sebelum matahari terbit dan kembali ke rumah disaat matahari sudah kembali ke peraduannya, bahkan nyaris terbit lagi. Bayangkan saja saya harusberangkat pukul 5.00 pagi dari Mampang Prapatan, Jakarta Selatan menuju tempat aktivitas saya yang berada di Cengkareng, Jakarta Barat. Kebayang gimana saya harus berdesak-desakan di Busway dan berpindah dari satu halte ke halte lain.  Belum lagi harus berhadapan dengan segala kemacetan, polusi, kebisingan dan seabrek masalah lainnya yang ada diperkotaan. Sungguh sangat bersyukur ketika pertama kali kembali menginjakkan kaki di Kampung halaman. Segala beban s...

Berkunjung Ke Penangkaran Penyu Pariaman

Mumpung lagi nggak ada schedule kerjaan, saya dan 3 rekan lainnya mengisi kegiatan dengan jalan-jalan siang ke Pariaman. Tujuan utama kesana yaitu ingin melihat langsung penangkaran penyu yang berada di Dinas Kelautan Dan Perikanan di Apar, Pariaman Utara.  Keberangkatan menuju lokasi ini dimulai pukul 11.00 WIB. Memang sengaja agak siang, sesampainya disana pas disaat jam makan siang. Perjalanan kali ini kami lakukan dengan mengendarai sepeda motor. Hanya saja derasnya hujan membuat kami terpaksa berhenti di beberapa tempat, sehingga sampai di Pariaman harus molor dari waktu yang telah ditentukan.  Sesampainya di Pariaman kami menuju ke salah satu warung makan yang ada di Pantai cermin. Tempat makannya sangat sederhana, hanya saja rasanya sangat menggugah selera. Sampai saat menulis inipun saya masih merasa ngiler saat membayangkan makanan yang dihidangkan. Pantai Cermin   Agak khawatir juga kalo nantinya kami nggak bisa menikmati makan siang disin...

Menyusuri Keindahan Alam Kamang Dengan Bersepeda

Perasaan was-was pastinya masih menghantui. Apalagi kita tahu Covid-19 masih belum bisa dikendalikan. Namun apadaya, keinginan untuk menjelajah keindahan alam sudah tidak terbendung lagi. Walau hanya dengan menempuh lokasi yang tidak begitu jauh dari tempat tinggal. Tapi untuk sementara waktu nggak apa-apalah, yang penting masih bisa refreshing dan sedikit mengeluarkan keringat. Karena bisa dibilang beberapa bulan kebelakang aktifitas lebih banyak di rumah aja. Jadi kebayang dong seberapa tebalnya timbunan lemak yang menyelimuti badan ini. Gaya hidup baru tentunya tetap diterapkan. Protokol kesehatan selalu menjadi perhatian kita bersama. Dengan menggunakan masker kain dan yang pasti harus jaga jarak. Tempat yang dipilihpun sebisa mungkin jauh dari keramaian. Agar tidak terjadi penularan yang dikhawatirkan. Untuk teman-teman yang berpartisipasipun tidak begitu banyak. Hanya saya dan tiga rekan lainnya. Paling tidak cerahnya hari di sore itu bisa mengobati kerinduan hati untuk menikmat...

Catatan Perjalananku Di Pulau Pasumpahan

Pulau Pasumpahan Sebelum saya mulai dengan cerita ini, saya akan share kalo tulisan ini juga sudah pernah di posting di tahun 2015 silam. Namun dengan sedikit pembaharuan tanpa menghilangkan tulisan yang lama, akhirnya tulisan ini kembali di revisi dengan berbagai penambahan yang sempat saya tuliskan juga di buku pertama saya “ Catatan Si Tukang Jalan ”.. Selain itu tulisan ini juga sudah sempat di terbitkan di website  infosumbar.net dengan judul “Pulau Pasumpahan, Awal  Mula Kisah Si Anak Durhaka”. Kalo sudah selesai berbasa-basinya langsung saja kita mulai ceritanya ya... Apa yang pertama  kali terlintas dibenak anda, ketika mendengarkan kata Pasumpahan? Kalo anda cermati dengan seksama ada kata “sumpah” yang terkandung didalamnya. Pasti anda akan bertanya- tanya apa sebenarnya makna dibalik kata Pasumpahan ini?  Info yang saya peroleh langsung dari Pak Ali, warga setempat yang kebetulan juga mengantarkan saya beserta rekan-rekan berekreasi ke pul...

Bermalam Di Kawasan Pemandian Aie Angek Bukik Kili

Perjalanan ini dimulai pada malam minggu. Saat itu saya dan teman seperjalanan ingin menikmati pemandian air panas yang ada di Kota Solok terlebih dahulu. Karena memang dalam perencanaan mengelilingi Kota Sawahlunto di keesokan harinya. Oleh karena itu kami sengaja berangkat setelah waktu ashar dengan mengendarai dua sepeda motor. Sebelum sampai di lokasi pemandian kami menyengajakan untuk mengulur waktu dengan menikmati pemandangan sekitaran Danau Singkarak sambil ditemani petikan gitar dan kopi sore.   Perjalanan baru kami lanjutkan selepas Maghrib hingga akhirnya kami sampai ke lokasi pemandian Aia Angek Bukik Kili (Pemandian Air Panas Bukit Kili) Solok sekitar pukul 20.00 WIB. Sesampainya di gerbang kami langsung membayar karcis masuk sebesar Rp. 5.000,-/ orang. Sangat terjangkau bukan? Lokasi dari pemandian air panas ini sangat gampang diakses. Terletak di Nagari Koto Baru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok. Jika menggunakan kendaraan hanya berk...

Hi, Apa Kabar 2021?

Hi, Apa Kabar 2021? Mudah-mudahan masih dalam keadaan yang luar biasa.  Apalagi kita tahu setahun kebelakang merupakan hari-hari yang cukup berat untuk dilalui. Banyak perubahan drastis di hidup kita yang mungkin tak pernah terbayangkan. Hi, Apa Kabar 2021? Masih bisa tersenyum di pagi ini saja itu tandanya kita masih diberi limpahan rahmat oleh-Nya. Hal inipun pastinya jadi satu alasan untuk kita agar tetap bersyukur masih diberi nafas hingga saat ini. Hi, Apa Kabar 2021? Masih mau mengeluh? Coba pikirkan lagi tentang segala hal yang masih bisa kita nikmati hingga saat ini, yang mungkin banyak orang diluar sana menginginkan posisi yang sekarang sedang kita tempati. Hi, Apa Kabar 2021? Menulis resolusi terasa berat apalagi jika tahu setahun kebelakang segala perencanaan menjadi ambyar. Dari sini kita mulai sadar bahwa segala sesuatu merupakan kuasa Ilahi. Tentunya dari sini juga kita akhirnya bisa benar-benar memaknai  bahwa " Kita sebagai manusia hanya bisa berencana dan...

Marketing Consultant Asuransi Sinar Mas Bukittinggi

Konsultasi seputar asuransi kerugian : - Asuransi Kendaraan - Asuransi Kebakaran - Asuransi Property All Risk - Asuransi Kecelakaan Diri - Asuransi Kecelakaan Diri Siswa - Asuransi Perjalanan (Domestic / Overseas) - Asuransi Pengangkutan / Cargo - Asuransi Hole In One (Golf Insurance) - Asuransi Kesehatan - dll Bisa menghubungi : Wawan MJ Marketing Consultant Asuransi Sinar Mas Bukittinggi 082386458987 (WA/Telp)

Popular Posts

Pesona Puncak Kabun Singgalang

Berkunjung Ke Rumah Apung Di Kampung Mandas Taroesan

Berkunjung Ke Penangkaran Penyu Pariaman

Jelajah Wisata Bukik Baka Park Kamang

Catatan Perjalananku Di Pulau Pasumpahan

Catatan Seorang Penyiar Radio

Minggu Pagi Di Pasar Digital Kubu Gadang

Catatan Si Tukang Jalan (E-Book)

MC Di Perhelatan Home Decor Lovers Bukittinggi

Menyapa Keelokan Alam Talang