Ads 468x60px

Get It Now!!!

Download Buku Palala

Buku Palala, Eksplorasi Wisata Ranah Minang Bisa didownload di Link dibawah ini : Judul Buku : Palala, Eksplorasi Wisata Ranah...

11 Jun 2015

Menerobos Lorong Waktu Di Kota Tua Sawahlunto 2

Kalo berbicara tentang Sawahlunto memang ngak ada habisnya. Coba saja sebutkan beberapa clue yang bisa menggambarkan kota ini!!! Kota tua, tambang batu bara, peninggalan sejarah, museum dan masih banyak lainnya. Ngak heran bagi para wisatawan yang berkunjung kesini ngak bakal pernah merasa bosan untuk menikmati segala peninggalan sejarah yang ada. Nah... bagaimana kalau kita lanjutkan kembali perjalanan menelusuri kota tua sawah Lunto ini ???


4. Museum Kereta Api

Kalo ingat kereta api pasti bakal ingat dengan lagu masa kanak-kanak dulu. Namun kereta api yang dimaksud disini bukan kereta api yang ditujukan untuk mengangkut penumpang, tapi lebih kepada kereta api untuk mengangkut hasil tambang Sawahlunto tak lain dan tak bukan "Batu Bara".


 Setelah +/- 200 ton batu bara ditemukan di Kota Sawahlunto oleh pemerintah kolonial belanda yang bernama WH de Greeve pada tahun 1868, membuat belanda menanamkan modal sebesar 5.5 juta golden untuk membangun pemukiman dan fasilitas perusahaan tambang batu bara ombilin. Ini merupakan awal permulaan sejarah perkereta apian di Sumatera Barat. FYI... untuk gedung kereta api SawahLunto sendiri dibangun tahun 1912.



Nah sekarang lokasi ini sudah dijadikan museum kereta api dimana para wisatawan bisa melihat kereta api baik itu berupa miniatur ataupun kereta sungguhan. Untuk tiket anda tidak perlu khawatir. Karena  hanya dengan Rp. 3.000,- (umum) dan Rp. 1000,- bagi Anak - anak ataupun pelajar sudah bisa masuk dan melihat segala peninggalan sejarah yang ada. Untuk alamat berada di Jalan Kampung Teleng Kel Pasar, Kecamatan Lembah Segar, Sawah Lunto.

5. Mesjid Nurul Huda

Sambil menikmati perjalan wisata kali ini. Ada satu tempat yang tentunya sayang untuk dilewatkan. Lokasinya berkisar 100 m dari museum kereta api. Merupakan tempat peribadatan umat Muslim tertua yang terletak di Kecamatan Beringin - Sawahlunto.

 
Pada awalnya mesjid ini merupakan bangunan pembangkit listrik yang didirikan pada tahun 1895. Namun sejak tahun 1952 dijadikan Masjid Agung Sawahlunto (Masjid Nurul Huda). masjid ini memiliki 1 Kubah besar ditengah yang dikelilingi empat kubah kecil. Disana terdapat sebuah menara dengan tinggi mencapai 80 M.Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, warga setempat mempergunakan mesjid sebagai tempat untuk sarana pendidikan Agama. 


 
6. Gedung Pusat Kebudayaan

Gedung yang pada mulanya bernama Gluck Auf ini dibangun pada tahun 1910 yang difungsikan sebagai Gedung pertemuan para pejabat Koonial Belanda. Kegiatan pertemuan biasanya diisi dengan berbagai macam acara seperti berdansa, minum, bernyanyi dan lain sebagainya. Selain itu gedung ini juga sempat dijadikan sebagai tempat bermain bowling.

 
Setelah kemerdekaan RI gedung ini dialihfungsikan Sebagai gedung pertemuan buruh. Hingga akhirnya pada tanggal 1 Desember 2006 diresmikanlah sebagai Gedung Pusat Kebudayaan Sawah Lunto. Hingga saat ini berbagai macam acara perlombaaan/ Pentas Seni sering diadakan disini. Makin seru dengan kehadiran para pedagang yang menjajakan berbagai macam kuliner yang berada disekitar Gedung Pusat Kebudayaan. Dijamin anda akan betah berkongko ria bersama teman atau keluarga tercinta.

7. Gedung Museum Batu Bara Ombilin

Gedung Museum Tambang Batu Bara Ombilin merupakan sebuah bangunan Belanda yang dibangun tahun 1890 dan baru dioperasikan pertama kali pada tahun 1892  Lokasi terletak di Jalan M. yamin. Didalam museum ini terdapat foto-foto sejarah pertambangan, peralatan tambang dan peralatan kantor yang dipakai di Zaman Kolonial Belanda. 


Itu dia beberapa objek wisata sejarah yang ada di Sawahlunto, tapi janga sampai ketinggalan juga untuk mrnyimak info mengenai Kota Tua Sawahlunto lainnya disini: 







1 Jun 2015

Pesona Lembah Harau Yang Belum Tersibak ( Air Terjun 7 Tingkat)

Perjalanan kali ini membawa saya dan rekan-rekan untuk kembali mengeksplore keindahan alam Lembah Harau 50 Kota. Sempat menganggap remeh dengan keberadaan pariwisata yang ada di daerah ini. Namun ternyata keindahan alam disini seolah tak pernah ada habisnya. Sudah berapa kali saya menginjakan kaki di Harau. Hanya saja tidak pernah kepikiran kalau ternyata masih ada spot yang masih belum diketahui oleh banyak orang. Kali ini kami coba menyusuri air terjun 7 Tingkat yang ada dilokasi ini.
Menikmati Keindahan Air terjun
Air Terjun tujuh tingkat berada 4 KM dari lembah Harau. Objek wisata ini sepertinya belum banyak dikunjungi oleh wisatawan dikarenakan lokasinya cukup jauh. Suasana disini begitu hening hanya terdengar suara air terjun yang menghantam bebatuan. Untuk memasuki lokasi ini kami meminta izin terlebih dahulu kepada warga sekitar dan jika memungkinkan meminta bantuan mereka untuk menjadi guide dalam perjalanan kali ini. 

Mengabadikan Moment Terbaik Di Air Terjun Pertama
Tidak begitu jauh dari lokasi parkir, hanya berkisar 5 hingga 10 menit jalan kaki. Kita sudah bisa menapaki kaki di Spot pertama, yaitu air terjun tingkat 1. Disini tempatnya sangat indah. Selain air terjunnya yang sangat deras mengucur, disini kita bisa menikmati keindahan air terjun dengan langsung berenang disana. Jangan khawatir bagi anda yang tidak bisa berenang. Air disini tidak begitu dalam, hanya setinggi pinggang orang dewasa.

Perjalanan di Lanjutkan Ke Air Terjun Ketiga
Perjalanan dilanjutkan ke Spot ke 2 yaitu air terjun tingkat dua. Untuk sampai kemari memang diperlukan tenaga dan kehati-hatian yang tinggi. Sedikit saja melengah kami bisa terjatuh. Medan yang ditempuh untuk mencapai lokasi kedua ini cukup terjal dan licin. Sebagai pegangan kami hanya bisa menghandalkan akar-akar pohon. Namun harus tetap hati-hati dikarenakan pohon-pohon disini sudah sangat tua, pastikan akar pohonnya masih kuat. Karena ada beberapa pohon yang akarnya sudah rapuh sehingga ketika ditarik bisa patah.

Air Terjun tingkat 3
Tidak puas hanya bisa memandang air di spot kedua. Kami mencoba untuk melanjutkan perjalanan ke spot ke 3 yaitu air terjun tingkat 3. Nah disini berbeda lagi tantangan yang harus kami lalui. Batu-Batu besar yang licin harus segera ditaklukan. Agak ragu untuk melanjutkan perjalanan. Dikarenakan kepikiran bagaimana susahnya nanti jika kami harus turun kebawah. Medan yang licin dan juga peralatan yang seadanya membuat semangat jadi surut. Namun dikarenakan pertimbangan rugi rasanya apabila hanya sampai didua spot sebelumnya, akhirnya kami memutuskan untuk mendaki dengan saling berpegangan hingga sampai menapaki kaki di spot tersebut.

Menikmati Pemandangan di Spot Ke 3
 Menikmati keindahan alam sambil sesekali mengabadikannya didalam kamera HP. Namun perjalanan kami hentikan hingga disini. Dikarenakan untuk mencapai spot ke 4 hingga ke 7 kami kehilangan arah dan juga tidak adanya guide yang bisa membantu kami menunjukkan jalannya. Demi keamanan kami memilih berhenti dan menikmati makan siang di lokasi ini. Saat itu juga yang terfikirkan adalah... saat kami kembali kesini nanti, mudah-mudahan bisa mencapai ke air terjun tingkat ke 7. Karena kurang afdol rasanya kalau belum menginjakkan kaki di spot terakhir. Bagaimana kawan-kawan, Sudah siap untuk petualangan selanjutnya???

Selesai Sudah Perjalanan Ini



Follow by Email