Ads 468x60px

Get It Now!!!

Download Buku Palala

Buku Palala, Eksplorasi Wisata Ranah Minang Bisa didownload di Link dibawah ini : Judul Buku : Palala, Eksplorasi Wisata Ranah...

24 Nov 2015

Berkunjung Ke Curug Barong dan Lewi Hejo


Pintu Masuk Kawasan Curug Barong & Luwi Hejo



Cukup lama break dari kegiatan trekking dikarenakan kesibukan dalam mengurus kepindahan ke Jakarta. Setelah cukup santai dan segala urusan sudah diselesaikan, saya dan rekan-rekan mencari pengalaman baru   mengeksplorasi wisata alam yang berada di Kampung Wangun Cileungsi, Desa Karang Tengah Kecamatan Babakan Madang, Sentul Bogor. Curug Borong dan Leuwi Hejo-lah yang menjadi destinasi pertama kami di Jawa Barat ini.




Tidak menyangka juga kalo ternyata animo masyarakat untuk berwisata kesini sangat tinggi. Hampir semua spot yang kami temui penuh sesak akan wisatawan. Seperti terminal, itu kesimpulan yang bisa saya katakan. Bagaimana tidak? Dari ujung ke ujung hanya para wisatawan yang bisa dilihat. Bahkan batu-batuan besar yang bisa menjadi objek foto tertutup dengan mereka yang sedang duduk-duduk, tiduran bahkan berkumpul dengan dengan teman ataupun keluarga. Buset... Ini liburannya luar binasa. Bisa dibilang saya kurang menikmati keindahan alam yang ada disini.






Tapi jujur keresahan diawal terobati dengan track yang cukup menantang.  Ngak terlalu extreme seperti spot wisata alam yang pernah saya dan rekan-rekan kunjungi di Sumatera Barat. Dimana penuh akan bebatuan, licin dan tak jarang harus memanjat bebatuan besar ataupun tebing. Disini track yang kami laluipun sudah rapi. Sepertinya sudah dikelola dengan baik. Untuk hal ini saya mengacungkan 2 jempol. Kalo bisa saya pinjam dua jempol tangan rekan-rekan seperjalanan lainnya, bakal saya pinjam deh hahah...







Namun disayangkan banyaknya pemungutan biaya karcis oleh warga setempat membuat pengunjung termasuk kami menjadi kesal. Bisa dibayangkan, saat kedatangan, kami dimintai uang masuk Rp. 10.000/ Orang. Setelah memasuki lokasi curug pertama kami kembali dimintai karcis masuk seharga Rp. 5.000,- per orang. Tak lama berselang, kembali kami harus membayar Rp. 5.000,/- per orang untuk spot berikutnya.





Sempat kesal, bukannya kenapa? Kalo untuk biaya masih tergolong terjangkau. Hanya saja saya rasa terlalu ribet. Kalaupun mang harus membayar, Kenapa tidak diminta diawal saja seluruh biayanya? Apa memang ketentuannya seperti ini atau hanya pinter-pinternya pemuda setempat untuk memanfaatkan moment liburan ini. 




Namun jujur hal ini sangat mengganggu. Mudah-mudahan jika memang itu aturan resmi, agar bisa ditertibkan kembali sistem administrasinya. Namun jika itu merupakan pemungutan retrubusi liar, sangat diharapkan bisa segera ditindak. Agar tidak banyak wisatawan yang terkecoh dan enggan untuk berkunjung kesini dikemudian hari.

21 Nov 2015

Selamat Pagi Bukittinggi!!!




Bisa menghirup aroma kesegaran udara pagi Bukittinggi dari ketinggian pasti terasa menyenangkan. Apalagi sepanjang mata memandang hanya ada hamparan hijau pepohonan. Sesekali pekikan monyet ekor panjang yang tengah bergelut saling bersahutan, diikuti dengan pergerakan pohon-pohon disekitarnya. Kicauan burungpun tak luput dari pendengaran seolah riang menyambut indahnya pagi tanpa kabut asap di Pagi itu. 

Memang sudah 4 bulan warga Bukittinggi tidak bisa menghirup udara dengan bebas. Karena imbas dari kebakaran hutan di beberapa daerah yang ada disekitar Kota Kecil ini. Namun bersyukur akhirnya bisa kembali menikmati teriknya matahari pagi sambil jogging di kawasan Great Wall Bukittinggi. Tak lupa Pula disela istirahat secangkir kopi  menjadi teman bersantai pelepas penat. 


12 Nov 2015

Palala " Explorasi Wisata Ranah Minang"

Spot demi spot wisata yang ada di Sumatera Barat kami datangi satu persatu. Eksplorasi ini dilakukan untuk membuka mata kita bahwa banyak sekali objek wisata disini yang belum diketahui khalayak ramai. Bahkan ada yang sempat populer dulunya, namun tidak dilirik lagi.

Dengan bermodalkan info dari media sosial dan bertanya sana sini, kami mencoba menemukan keberadaan tempat-tempat terswbut. Bahkan tidak jarang untuk mencapai objek wisata yang ada harus menempuh jarak yang jauh dan bahkan tersesat. Buku ini akan menceritakan perjalanan kami menyusuri objek wisata yang ada di Ranah Minang

Info Pemesanan :
Penerbit Kodon - Pekanbaru
WA / HP : 0856 6767 3614

10 Nov 2015

Waktunya Pamit!!!


Rekans...

2,5 tahun sudah kebersamaan kita di Asuransi Sinarmas Bukittinggi.
Tentunya sudah banyak moment-moment berharga yang kita lewati bersama.



Terimakasih atas bimbingan, masukan , teguran, kritik  dan saran yang membangun selama ini.




Dari lubuk hati yang paling dalam, izinkan saya meminta maaf atas segala kesalahan yang pernah ada.
 Mohon maaf jika terkadang ada dongkol, keras kepala, kata yang tidak pada tempatnya, serta kelakuan yang mungkin sedikit banyaknya membuat kalian merasa tak enak hati.





Saya mohon pamit dari perusahaan ini. Mudah-mudahan tali silaturahmi kita tetap bisa terjalin baik walaupun sudah tidak pada satu rumah yang sama. Saya berharap kalian semua bisa sukses dalam menjalani kehidupan pribadi dan karir.




Mohon doanya agar saya juga bisa segera mendapatkan tempat yang baru yang sesuai dengan apa yang menjadi impian selama ini.





Go Be A Winner... Coz Succes always be our Right!!!
Sukses selalu untuk kita semua...
God Bless You Guyz!!!


My Bday


Dapet Salam Dari Indy Barends...





Follow by Email