Ads 468x60px

Get It Now!!!

Download Buku Palala

Buku Palala, Eksplorasi Wisata Ranah Minang Bisa didownload di Link dibawah ini : Judul Buku : Palala, Eksplorasi Wisata Ranah...

29 Nov 2014

Liburan Kejar Tayang (Bengkulu)




Macik Sumbar – Riau – Lubuak Lingau – Jambi dan Sekitarnya ang Yo…
(Mantra)

Hahaha… bermula dari Joke teman-teman masa sekolah dulu yang sering mengucapkan mantra tersebut dalam mengungkapkan perasaan kagum ketika seorang teman berhasil atau lebih unggul dari teman yang lain dalam melakukan sesuatu.  Tapi karena masih sering menggunakan mantra tersebut. Akhirnya saya dan keluarga bisa melewati tiap kota yang ada didalamnya walaupun hanya sekedar lewat L. Paling tidak sudah banggalah bisa menginjakkan kaki (Tapi ngak sempat juga sech, cos  Cuma didalam mobil sepanjang malam) dan ngak memungkinkan untuk narsis ditengah malam buta. Takut ada yang ngikut exis hihihi…

Jadi ceritanya begini, ngak pernah kepikiran juga akhirnya saya dan keluarga harus berangkat menelusuri kota-kota tersebut. Bermula dari undangan pernikahan anak Abang dari Alm Papa, Kita memanggilnya Pak Ngah, yang akan diadakan tanggal 19-21 November 2014. Awalnya agak ragu untuk berangkat dikarenakan males untuk  harus izin dari kerjaan, terus juga si Nana (adik Perempuan) yang jadwal kuliahnya lagi numpuk disaat itu,  Belum lagi Alfi (adik Bungsu) yang juga mau Pra UN seminggu kedepan.  Pokoknya memang lagi Full-fullnya kegiatan yang susah untuk ditinggalkan. Tapi apa boleh Baut… ya ngak? Kapan lagi kita bisa kumpul dengan keluarga besar, kalo bukan saat-saat seperti ini. Ya… Kita putuskan untuk berangkat!!!

Bengkulu, 20 November 2014

Kita sampai di Kediaman Pak Ngah, sesampainya disana kita menyempatkan diri untuk bercengkrama dengan sanak keluarga yang sudah ada disana dari seminggu yang lalu. Berhubung acara sudah dipersiapkan dan tidak ada lagi yang perlu dibantu, dan juga mengingat acara pernikahannya akan dimulai setelah sholat Jumat dan saat itu masih menunjukkan jam 08.00 WIB. Kenapa ngak kita isi waktu yang kosong ini dengan keliling bengkulu, Ya Ngak? Berhubung besok setelah acara Pesta Pernikahannya kita harus segera kembali Ke Bukittinggi. Kalo ngak sekarang, kapan Lagi??? Get Ready For Our Vacation!!!

Fort Marlborough



 Perjalanan kita mulai dengan menelusuri kota Bengkulu, Untungnya kita mencarter sopir, jadi ngak kewalahan lagi naik turun angkot selama perjalanan. Dari kota sendiri Bengkulu cukup nyaman, tenang dan jauh dari yang namanya kemacetan. Cuma sayangnya Panas… Ketauan deh Orang Gunungnya, biasa tinggal di Kota Dingin, eh… pas ke Bengkulu agak kewalahan dengan udaranya. Tapi aku rapopo, sing penting bisa muter kota Bengkulu. Top Markotoplah pokoknya… 

Perjalanan pertama kita menuju Benteng Marlborough, merupakan benteng yang pernah digunakan sebagai tempat penahanan Bung Karno dimasa penjajahan. Sekedar informasi kalau Benteng ini merupakan peningalan inggris awal abad ke 18 yang memakan waktu pembangunan selama 6 Tahun (1713 – 1719) di bawah kepememimpinan Gubernur Joseph Callet ketika berkuasa di Bengkulu.



 Untuk Lokasi sendiri ngak begitu susah dicari, terletak di Jl. Ahmad yani berdekatan dengan kantor ubernur Bengkulu.  Selain itu untuk masuk kelokasi ini kita ngak perlu merogoh kocek yan terlalu dalam. Hanya dengan Rp. 2.500,-/ orang kita bisa melihat kemegahan benteng yang dibangun di masa penjajahan dulu. Kurang apalagi coba? Wisatanya dapat… Ilmu kita juga bertambah, Ya ngak???

Rumah Penangkaran Bung Karno

Rumah Kediaman Bung Karno

Nah ini dia objek ke 2, ngak kepikiran juga kalo ternyata wisata kita kali ini adalah wisata sejarah. Menelusuri satu demi satu saksi bisu sejarah bangsa Indonesia ini. Kali ini kita menuju jalan Soekarno Hatta. Dimana disana terdapat 1 lagi peninggalan yang bisa menjelaskan kepada kita gambaran masa lalu negara kita Indonesia. Untuk masuk kedalam lokasi hanya dengan membayar 15.000 untuk hitungan 1 keluarga/kelompok. Jadi saran saya kalo anda ingin masuk kelokasi mending masuknya bareng-bareng. Atau bagi anda  yang lagi jalan sendirian mending nyempil aja di group yang lain biar masuknya gratis hahaha… Modus.

Rumah pengasingan Bung Karno ini ada di pusat kota dan tidak jauh dari kantor walikota bengkulu, hanya 1,6 KM dari benteng Marlborough. Disini kita dapat melihat langsung Sepeda ontel Kesayangan Bung karno. Sejumlah Foto yang dipajang di setiap sudut ruangannya, serta koleksi-koleksi Buku bung karno yang tersusun apik di Lemari kaca yang ada disana.

Yang disayangkan dari wisata kali ini adalah keterbatasan waktu. Dikarenakan hanya punya waktu yang seiprit, Sehingga tidak memungkinkan saya untuk melakukan wawancara langsung dengan penjaga yang ada. Jadi informasi yang didapatpun tidak banyak dan hanya lebih kepada pengambilan gambar dari barang-barang dan foto-foto yang ada didalam bangunan yang menjadi saksi perjuangan bangsa Indonesia dimasa penjajahan tersebut. Untuk info ya terpaksa mengandalkan mbah oogle hahaha…

Ngomong-ngomong tentang sejarah, kalo boleh Jujur, saya bukanlah orang yang senang dengan Sejarah dimasa sekolah dulu. Karena menurut saya pelajaran ini sangat membosankan. Namun dengan melakukan perjalanan langung ketempat bersejarah ini membuat mempelajari sejarah terasa jauh lebih mengasyikkan dibandingkan harus mendengarkan ceramah guru didalam kelas dan jika memungkinkan bisa bertanya langsung dengan petugas yang ada. (Curhatan murid yang nilai sejarahnya selalu merah di masa sekolah dulu, hiks… hiks…)

Time Is Over Everybody, berhubung perhelatannya akan dimulai setelah sholat Jum’at nanti, ada baiknya kita kembali dan mempersiapkan diri terlebih dahulu. Tapi Sebelum tulisan ini di Akhiri masih ada satu tempat yang ingin di share. Bagi anda yang kurang berminat dengan wisata sejarah, jangan takut, karena sebelum menuju Benteng marlborough ini, kita disuguhkan dengan pemandangan pantai di sepanjang jalan. Pantai ini disebut Pantai Panjang. Pasirnya yang putih dan juga anginnya yang sepoi-sepoi membuat pengunjung betah untuk menikmati keindahannya alam yang dihadirkan disini. Menyeruput kopi dan menikmati kudapan ringan yang ada disana merupakan pilihan yan pas dikala sore menjelang, sambil menunggu kembalinya sang surya  keperaduannya. 

Menikmati Sunset Di Pantai Panjang
 Jadi mengertikan kenapa perjalanan ini saya namakan perjalanan kejar tayang. Berhubung segala sesuatunya tanpa direncanakan dengan matang, tanpa ada waktu yang cukup untuk bersantai, dan semuanya dalam keterburuan karena harus menghadiri acara pernikahan dan harus segera kembali besok siangnya kekampung halaman setelah acara Pesta pernikahannya selesai. Tapi bagaimanapun perjalanan ini terasa indah dan mengesankan tentunya.

Best Moment @ Bengkulu


0 komentar:

Follow by Email