Ads 468x60px

Get It Now!!!

Download Buku Palala

Buku Palala, Eksplorasi Wisata Ranah Minang Bisa didownload di Link dibawah ini : Judul Buku : Palala, Eksplorasi Wisata Ranah...

3 Okt 2014

Pelajaran Berharga Dari Los Lambuang

Dua hari yang lalu, iseng pengen cari sarapan bareng teman-teman di Los Lambuang. Kebetulan udah lama ngak makan katupek Kapau yang merupakan icon dari tempat ini disamping Nasi Kapaunya. Sambil menikamati udara pagi Bukittinggi yang sempat dipenuhi dengan kabut asap beberapa jam sebelumnya. Namun untungnya kabut asap yang menyelimuti kota ini sirna secara perlahan disaat mentari mulai menaiki tahtanya.

Sesampainya dilokasi tujuan. Saya dan teman-teman langsung menuju salah satu tempat yang sudah biasa kami singgahi untuk sarapan. Dari kejauhan bapak penjual ketupat ini sudah melemparkan senyum kearah kami, walaupun belum tahu kami akan masuk ke warungnya. Karena disini memang banyak pedagang sejenis, namun dengan keramahan yang dihadirkan dari kehangatan sikapnya, tanpa berlama-lama dan banyak pikir lagi kami langsung singgah dan duduk disana.

Satu persatu kami dilayani dan dengan sigap beliau membuatkAn orderan sesuai dengan apa yang kami kehendaki. ternyata saya dan kedua teman lainnya memiliki selera yang berbeda dalam menikmati ketupat ini. Ada yang hanya suka ketupat dengan kuah gulai, ada yang ngak suka dengan sayur tertentu, dan ada pula yang tidak memiliki pantangan, nah kalo yang terakhir anda pasti bisa menebak hahaha...

Yang lebih serunya lagi, Si Bapak pedagang ini orangnya lumayan kocak. Jadi selama kami menyantap hidangan yang disuguhkan disana, kami banyak dihibur dengan cerita-ceritanya dan juga sedikit pengalamannya selama menjadi pedagang. Lupa pastinya dari tahun berapa si Bapak ini mulai berdagang, namun banyak pelajaran yang bisa diambil dari sosok sederhana yang saat itu berada di hadapan kami.

Beliau memulai pembicaraan dengan kalimat "Banyak pedagang yang sebenarnya ngak tau bagaimana cara melayani pelanggannya dengan baik, maunya untung yang besar saja" wah... saya pikir hebat juga ya jalan pikiran beliau ini. setelah dicermati dengan seksama sepertinya memang ngak salah lagi, terkadang karena memikirkan keuntungan sesaat, kita lupa bagaimana cara memperlakukan pelanggan kita dengan baik.

Dari pengalaman beliau akhirnya saya bisa menangkap beberapA poin penting diantarNya:

Tau KebutuhaN Pelanggan

Hal ini memang benar- benar beliau praktekan, bisa dilihat ketika beliau menghidangkan makanan kepada kami, sebelum dihidangkan beliau mendengarkan dengan teliti apa yang ingin dipesan oleh para pembelinya. seolah mengiyakan pernyataan bahwa "Pembeli adalah raja". Ketika kebutuhan pembeli terpenuhi akan menimbulkAn rasa kepuasan tersendiri bagi si pembeli. Sehingga memungkinkan untuk membuat si pembeli datang berulang kali kesana.

Iklas Dalam Bekerja

Apapun yang dilakukan cobalah untuk ikhlas, karenA pada dasarnya ketika kita benar-benar ikhlas akan membuat pekerjaan terasa enteng untuk dilakukan.

Sikap ramah dan Senyum

Kalo sikap yang saya sukai dari beliau ketika berhadapan dengan pelangganya adalah keramahan yang dihadirkannya seperti yAng sempat saya ulas di paragraf awal tadi. Dari kejauhanpun tanpa peduli apakah si pembeli ini mau masuk atau ngak ke warungnya, Namun senyumnya dan keramahan yang dihadirkan membuat orang betah berulangkali datang kesana. Walaupun saya tau warung-warung sejenis yang ada disana masih ada yang lebih enak, tapi inilah yang menjadi pembeda antara si pedagang ini dengan yang lainnya.

Cintai Pekerjaan

Beliau juga sempat menitipkan pesan untuk kita agar bisa mencintai atau menyukai apa yAng kita kerjakan. Ketika kita cinta akan pekerjaan yang sedang digeluti, maka hal-hal diatas seperti pelayanan yang baik, keramahan, rasa ikhlas dalam bekerja akan datang dengan sendirinya

Bagaimana menurut anda??? Sang pedagang yang telah lama aral melintAng didunia perketupatan ini memberikan banyak pelajaran yang sangat berguna dalam kehidupan, terutama bagi kita yang berkecimpung didunia pemasaran. Semoga hal-hal postif yang diAjarkan beliau bisa diterapkan dan diambil hikmahnya sebagai bahan pembelajaran, kalo yang namanya ilmu tidak hanya kita dapatkan dibangku sekolah atau kuliah. Namun bisa diperoleh dari manapun bahkan tidak menutup kemungkinan hal tersebut dihadirkan dari sosok-sosok sederhana yang ada disekitar kita.

0 komentar:

Follow by Email