Ads 468x60px

Get It Now!!!

Download Buku Palala

Buku Palala, Eksplorasi Wisata Ranah Minang Bisa didownload di Link dibawah ini : Judul Buku : Palala, Eksplorasi Wisata Ranah...

19 Okt 2014

E.G.O

Tak seorang manusiapun yang luput dari segala kelemahan dan kesalahan. Begitu juga dengan saya pribadi. Salah satu kelemahan yang paling susah untuk dirubah adalah ketika saya tidak bisa bebohong dengan perasaanapa yang saat itu dirasakan. Ketika sedang gembira, saya tidak bisa menutupi kegembiraan itu dari diri saya. Baik itu dari tatapan mata, raut wajah, garis senyum dibibir, tingkah laku bahkan saya bisa lupa diri hingga meloncat kian kemari.

Begitu juga ketika rasa tidak suka itu muncul. Disinilah letak kelemahan itu. Tanpa disadari ketika saya merasa tidak suka atau tidak merasa nyaman dengan sesuatu pasti akan langsung terpancar dari sikap yang ditunjukan, baik itu dari tingkah laku, nada bicara, sikap acuh yang tak bisa dihindari ataupun yang paling jelas akan terpampang dari raut muka. Siapapun yang berada disekitar saya, mungkin bisa membaca ketidaknyamanan ketika saya harus berhadapan dengan hal-hal yang tidak disukai.

Orangtuapun dulu pernah mengingatkan, kalo didalam dirimu ada harimau jangan perlihatkan harimau itu keluar tetapi selalu tampakkan kambing kepada orang lain. Maksudnya, walaupun didalam keras namun selalu hadirkan kelembutan dari sikap yang akan diperlihatkan keluar. Namun sayangnya hal seperti inilah yang sampai saat ini ngak bisa saya lakukan. Berat sekalli untuk melakukannya. Karena saya tidak suka dengan kemunafikan dan mencoba selalu jujur dengan apa yang dirasa. Ya... begitulah saya apa adanya.

Tapi pada kesempatan kali ini saya coba mengalahkan ego yang saya rasa memang ada baiknya untuk sedikit diredam. Setiap orang pasti memiliki rasa egoisme (Self-centric) baik itu kadarnya hanya rendah hingga ada yang begitu tinggi sampai-sampai tidak mau mendengar pendapat orang lain, hanya mementingkan diri sendiri dan merasa paling benar. Sayapun tak pernah menampik, kalo egoisme itupun tak luput dari diri saya. Bahkan hingga hari inipun berlalu saya masih sempat terhanyut dalam sikap egoisme.

Tapi untungnya beberapa hari sebelumnya. Seorang sahabat mencoba menggoyangkan pendirian saya yang bisa dibilang sebenarnya kurang baik atau kurang tepat jika ego semakin larut serta mulai meracuni pikiran dan tingkah laku. Sahabat ini menyadarkan kepada saya untuk bisa berlapang hati dalam menerima apapun nantinya tindakan orang terhadap kita. Walalupun kebaikan kita bisa jadi nantinya di tanggapi dengan negatif dan hal itu mungkin saja terjadi, yang penting kita sudah melakukannya dan terserah akan ditanggapi bagaimana.

Setelah mendengar wejangan panjang lebar pengisi waktu makan siang. saya belajar untuk meredam sedikit rasa ego yang ada di dalam diri. Paling tidak itu merubah cara pikir saya dalam menjalani kehidupan. Berat pastinya untuk melakukannya, tapi dengan nasehat tadi, saya bisa melihat sesuatu tidak hanya dari salah satu sudut pandang yang menurut saya benar saja, tapi saya bisa melihat suatu masalah itu dari dua sisi yang berlawanan arah. Sehingga saya bisa memutuskan hal apa yang sebaiknya dilakukan. Bukan hanya memenangkan ego atau membenarkan diri sendiri tanpa adanya pertimbangan dan menganggap hal diluar yang saya pikirkan dan saya lakukan salah.

Betapa piciknya saya ketika hanya bisa membenarkan diri sendiri dan menganggap hal yang berada diluar kemampuan ataupun diri saya sebagai suatu yang salah. Lebih miris lagi ketika saya tahu hal yang dilakukan itu salah, namun selalu melakukan pembenaran demi sebuah kemenangan diri (Egoisme). Berharap bisa merubah diri kearah yang lebih baik walaupun terasa sulit dizaman seperti sekarang ini.  Dimana kepentingan pribadi sering diletakkan diatas kepentingan bersama. Tapi tidak ada salahnya untuk mencoba...

0 komentar:

Follow by Email