Ads 468x60px

Get It Now!!!

Download Buku Palala

Buku Palala, Eksplorasi Wisata Ranah Minang Bisa didownload di Link dibawah ini : Judul Buku : Palala, Eksplorasi Wisata Ranah...

18 Jul 2014

Melepas Lelah Di Pantai Tiku…

Sore menjelang, dengan sedikit kebesaran hati kami harus meninggalkan keindahan Pantai Gondoria, kami kembali menaiki kendaraan masing-masing dan segera bergegas menuju tempat selanjutnya. Kali ini perjalanan diteruskan menuju pantai Tiku. Letak Pantai Tiku dari Gondoria tidak begitu jauh, hanya berkisar 30-45 menit, pemandangan disini juga ngak kalah indahnya. lokasi pantai ini terletak di Kecamatan Tanjung Mutiara, kabupaten Agam.


Ngak seperti di Pantai Gondoria, antusias saya untuk bermain di air laut mulai menurun. Bukan berarti tempat ini tidak bagus, hanya saja kelelahan seharian berada di pantai, membuat saya hanya ingin menikmati pemandangan sambil sesekali duduk dibibir pantai untuk menyaksikan teman-teman dan pengunjung lain yang asyik berlarian saat dikejar ombak. Disatu sisi ada yang menikmati keindahan pantai dengan tidur dibawah pohon Kelapa, dan ada yang hanya duduk-duduk sambil menyantap cemilan di lapak-lapak yang sudah disediakan pedagang yang ada disana.


Setelah puas melihat pemandangan, saya mengajak zee-zee untuk melihat-lihat kuliner yang ada di sekitar pantai tersebut. Ternyata kuliner yang ada disini cukup beragam. Mulai dari kerupuk kuah, jagung bakar, pensi, langkitang dan lokan. Ada yang beda dengan kuliner disini yang membuat saya dan zee penasaran. Ada langkitang, apa itu langkitang? Setelah memutuskan memilih salah satu tempat yang dirasa paling strategis. Akhirnya kita memesan 2 porsi Lankitang untuk dinikmati bersama. Langkitang adalah siput air laut yan proses pengolahannya hamper sama dengan pensi, namun dari segi tekstur lebih mirip cumi-cumi karena dagingnya lebih padat dan keras disbanding lokan dan pensi.


Saat itu hanya ada saya, zee-zee dodi dan nabil (Bontotnya zee). 2 porsi Langkitang dan 1 porsi pensi sudah tersedia diatas meja. Rasa penasaran kami terhadap makanan ringan ini ternyata tidak berhenti disini. 1 porsi langkitang kembali dipesan dan berhasil mendarat sempurna didalam perut kami. Setelah puas menyicipi segala kuliner yang ada dipantai ini. Kami memutuskan kembali ke lokasi parkiran mobil. Disana kita bersiap-siap untuk membersihkan badan sambil menunggu sunset.

Tak terasa perlahan matahari turun ke peraduannya, cahaya keemasan mulai menghiasi langit pantai Tiku, warna keemasan yang dipancarkan tampak indah dengan perpaduan langit yang mulai gelap. Kamipun menikmati pemandangan indah yang tidak pernah ditemui di Kota asal. Tentunya ngak lupa moment berharga ini diabadikan dalam jepretan-jepretan sederhana melalui kamera smartphone. Kebersamaan kami diakhiri dengan Foto bersama pertanda liburan kali ini harus berakhir. Hari semakin gelap, menandakan kami harus segera bergegas meninggalkan tempat ini .

0 komentar:

Follow by Email