Ads 468x60px

Get It Now!!!

Download Buku Palala

Buku Palala, Eksplorasi Wisata Ranah Minang Bisa didownload di Link dibawah ini : Judul Buku : Palala, Eksplorasi Wisata Ranah...

31 Jul 2014

Lost In Nyarai (Lubuk Alung)

Tepatnya  hari Sabtu tanggal 5 april 2014, kami memutuskan untuk berangkat menuju kawasan air terjun Nyarai. Sehari sebelumnya kami sudah membicarakan keberangkatan ini, adapun teman-teman yang akan bergabung dalam petualangan kali ini adalah: Dani, Risa, Tika, Lukas, Hendra (Saudara Dani) dan yogi. Hanya saja Yogi masih belum bisa dipastikan dikarenakan bakal ada survey salah satu leasing yang menjadi rekanan perusahaan tempat saya dan teman-teman bekerja. Kami masih menunggu keputusan survey ini hingga jam 10 pagi. Setelah mendapatkan kabar masih belum ada kejelasan mengenai survey ini, dengan berat hati kami meninggalkan Yogi dan segera melaju ke lokasi.

Memasuki Kawasan Nyarai 
Kami menginjakan kaki di Pintu Gerbang Nyarai pada pukul 14.00 WIB. disana kami disambut oleh salah satu petugas yang menyarankan untuk segera bergegas menuju Posko pendaftaran, mengingat 1 jam lagi keberangkatan menuju air terjun Nyarai akan ditutup. 

Berpose di Gerbang WisataAlam Nyarai

Persiapan Sebelum Keberangkatan
Setelah mendaftar dan mendata seluruh anggota yang akan berpartisipasi dalam petualangan kali ini, kami diberi arahan dan dikenalkan dengan Guide yang akan menemani perjalanan nantinya. Tidak lupa sebelum perjalanan dimulai panitia memimpin doa bersama.


Perjalanan Dimulai
Setelah Briefing dan diberikan pengarahan, kami lansung menyusuri hutan Nyarai. hinga kami sampai di Spot pertama. Waktunya bernarsis ria :)


Spot demi Spot Terlewati dan...


Beristirahat Sejenak
Sepanjang perjalanan menuju air terjun Nyarai, entah kenapa hujan seolah tak mau bersahabat dengan keberadaan kami di lokasi ini. dikarenakan hujan yang turun semakin deras, kami memutuskan untuk beristirahat sebentar sambil menikmati cemilan yang ada. selamat makan :)


Nyarai... Here We Come!!!
walaupun diguyur hujan dan sempat frustasi karena kelelahan yang melanda, akhirnya kita bisa menginjakkan kaki dilokasi Air terjun ini. seketika rasa lelah tadi berganti dengan senyum kemenangan.  We Can Make It Trough Guys!!!




Kelaparan Melanda
Setelah puas menikmati pemandangan yang ada saya dan teman-teman kembali menikmati bekal yang masih tersisa. sayangnya kita tidak membawa nasi, padahal cacing didalam perut sudah mulai memberontak.

Foto Terakhir Sebelum Perjalanan Pulang
Jam sudah menunjukkan jam 17.00 WIB, waktunya untuk bergegas pulang, mengingat perjalanan pulang bakal memakan waktu 3 Jam.



Air Sungai Semakin Deras
Hujan yang tak kunjung reda membuat air terjun nyarai menjadi keruh dan semakin deras. Sehingga tidak memungkinkan kita untuk kembali ke jalan yang sama. Akhirnya kami dipandu untuk membuka Jalan yang baru menyusuri hutan belantara. Dikarenakan medan yang ditempuh cukup licin, banyak diantara kita yang terjatuh dan mengalami keram pada betis. Salah satunya ya saya… Sampai-sampai saya harus merelakan kehilangan jam tangan kesayangan 

Perjalanan kami lanjutkan, hingga akhirnya kami bisa keluar dari hutan tersebut pada Jam 8.00 malam. Dengan hanya bermodalkan lampu dari HP, kami menyusuri hutan ditengah gelapnya malam. Untung saja kami bisa keluar dengan selamat.





30 Jul 2014

Perut Nyaman Selama Berlebaran

Hi...  Bagaimana kabar anda di hari ke-3 lebaran ini? senang sekali disuasana nan fitri ini saya bisa menyapa anda untuk berbagi sedikit tips yang mudah-mudahan berguna bagi anda.
Di hari lebaran kadang kita suka lupa diri, ya ngak??? ngak ingat kalo selama 1 bulan kemaren kita udah puasa. Pola makanpun sudah diatur sedemikian mungkin. eh... pas lebaran semua jadi berantakan. Perut yang selama 1 bulan diistirahatkan jadi harus kerja keras mencerna makanan yang dikonsumsi. hayo... berapa banyak rumah yang anda kunjungi selama lebaran? 10, 20, 30 rumah??? kebayang dong ya, disetiap rumah kita harus makan atau sekurang-kurangnya menikmati panganan ringan seperti kue kering dan minuman bersoda.

sama halnya dengan anda, saya pun sering lupa diri. gimana ngak coba? momentnya cuma sekali setahun. sayang dong untuk dilewati hehehe... tapi tanpa disadari banyak penyakit yang nantinya bakal hinggap ditubuh kita saat lebaran usai. mulai dari Batuk, demam, sakit gigi, gusi berdarah dan juga penyakit pencernaan. disini saya coba share beberapa pengalaman untuk menghindari penyakit pencernaan yang mungkin berguna untuk kita.

1. yang paling bener ya ngikutin sunnah nabi, makan secukupnya ketika lapar dan berhenti sebelum kenyang. dijamin deh bikin perut kita bakal nyaman. pernah ngerasain ngak, kalo di hari lebaran saking maruknya, perasaan jadi ngak karu-karuan dan perut terasa begah? Bisa jadi karena perubahan pola makan kita yang drastis dari bulan puasa kemaren.

2. usahakan selalu untuk memenuhi kebutuhan tubuh kita akan cairan. alangkah baiknya minum air putih saja dibandingkan minuman yang banyak mengandung pemanis, soda dan cafein. soalnya kalo dikeluarga saya pasti selalu langganan diare setelah lebaran. penyebabnya apalagi kalo bukan minuman-minuman ringan yang bikin perut kita jadi panas dan perih.

3. ngak boleh ketinggalan untuk mengkonsumsi buah dan sayur. bisa dibayangin kalo perut kita udah dihajar sama makanan yang berat dan bersantan di pagi dan siang hari. so, ngak ada salahnya dimalam hari kita memperbanyak konsumsi buah dan sayur. agar kebutuhan serat dapat terjaga dan terhindar dari sembelit.

4. Nah ini dia yang paling penting. sempatkan diri untuk berolah raga ringan seperti jogging, sepeda, berenang dll.agar saat kembali kerja nanti badan tetap terjaga kesehatannya.

itu dia beberapa tips yang bisa dishare disini. mudah-mudahan bisa berguna dalam menjaga kesehatan. Kalo bukan kita yang peduli dengan kesehatan, siapa lagi???

26 Jul 2014

Gema Takbir Berkumandang Di Langit Jam Gadang

Allahuakbar.... Allahuakbar... Allahuakbar... Walillah ilham

Tak terasa umat islam diseluruh dunia akan segera merayakan hari kemenangan esok hari. Beragam persiapan untuk menyambut hari kemenangan sudah dilakukan. Mulai dari membeli baju dan sepatu lebaran, membuat panganan khas lebaran, mudik dan masih banyak hal lainnya. Kumandang takbir sudah terdengar disetiap belahan dunia yang menandakan hari kemenangan akan datang hanya dengan hitungan jam saja.
Moment ini memang moment yang sangat dinantikan oleh seluruh umat muslim didunia.

 Tidak terkecuali di kampung halaman tercinta Bukittinggi, yang biasanya menjadi tujuan mudik saudara-saudara muslim yang ada di negri rantau. Ngak bakalan heran H-7 sampe dengan H+7 lebaran kota ini bakal sesak dan padat karena dibanjiri oleh pengunjung. Maka sebagai warga asli Bukittinggi yang baik. Pilihan yang pas buat lebaran hanya tidur-tiduran sambil menunggu tamu-tamu yang akan bersilaturahmi kerumah. Daripada harus berhadapan dengan kemacetan.

Malam ini terasa begitu indah. Gema takbir bersahut menghiasi kesucian malam menjelang hari kemenangan. Sesekali terdengar dentuman kembang api yang menghiasi langit Jam gadang. Bunga- bunga api ditembakkan dengan suka cita membuat malam takbir menjadi lebih semarak lagi. Sorak sorai anak- anak kecil ditaman mengingatkan saya akan masa kecil dulu. Bermalam takbiran bersama keluarga di Kota mungil ini. Hanya saja lebaran 7 tahun kebelakang agak terasa ada yang kurang dikarenakan papa sudah tidak bisa bersama kami disini. Semoga Allah SWT selalu memberikan pengampuanan dan kelapangan bagi beliau disana amin ya Rabb!!!

Ada beberapa tradisi yang biasanya saya dan keluarga lakukan di hari- hari menjelang Lebaran. Mulai dari membersihkan rumah dan perkarangan bersama anggota keluarga di H-2. Lain halnya di H-1, dihari ini biasanya kami selalu berziarah ke makam alm papa. Merupakan tradisi dikeluarga untuk melakukan ziarah di awal dan akhir bulan ramadhan yang tujuannya tak lain dan tak bukan untuk mendoakan beliau yang sudah berada dipangkuan Allah SWT.

Di hari lebaran pertama setelah shalat ied selesai ditunaikan. Kami berkumpul dirumah terlebih dahulu. Saling bersalaman dan meminta maaf atas salah dan khilaf yang pernah dilakukan terutama kepada orang tua. Setelah acara sungkeman berlalu, biasanya kami menuju ruang makan untuk menyantap makanan khas lebaran yaitu ketupat sayur. menu ini selalu menjadi menu andalan disetiap lebaran. Ngak lupa kami mengunjungi nenek (ibu dari Papa) yang berada di Baso untuk bersilaturahmi dan bermaaf-maafan.

Dentuman kembang api menyadarkan saya dari lamunan masa lalu yang begitu indah dan sayang untuk dilupakan. Ditengah gema takbir yang berkumandang di malam ini. Izinkan saya mengucap syukur atas kehadiranMu ya Allah... terimakasih atas berkah yang tiada hentinya kau limpahkan kepada saya dan keluarga...  terimakasih ditahun ini saya masih bisa menikmati lebaran di Kampung halaman bersama keluarga tercinta. Semoga ditahun depanpun saya masih bisa menikmati moment ini tanpa kekurangan sedikit apapun. Berikan selalu perlindungan mu ya allah kepada hamba-hambamu yang lemah ini  dan terselip doa buat saudara-saudara kami di Palestina yang sedang berjihad membela agamamu. Berikan mereka kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi segala cobaan ini... amin ya rabbal alamin ;)

Allahuakbar... Allahuakbar... Allahuakbar.... Walillah ilham
Minal aidin walfa idzin... selamat hari raya 1435 H. Mohon maaf lahir dan bathin :)

25 Jul 2014

Life Without Limits



"Tanpa lengan dan tungkai
aku bisa menaklukan dunia" (Nick Vujicic)

Sembari menunggu waktu imsak dan sholat subuh dipagi ramadhan yang bertepatan dengan tanggal 25 Juli 2014, saya menyempatkan diri membolak balik beberapa koleksi buku yang saya miliki. Kali ini perhatian saya tertuju pada buku karangan Nick Vujicic (Life Without Limits). Judul demi judul saya nikmati hingga akhirnya perhatian saya terfokus pada satu cerita di hal 62 yang berjudul "Kepercayaan Dalam Penerbangan".

Cerita ini bermula saat penulis mendapatkan jadwal tour ke Columbia, Amerika Selatan pada tahun 2009. Nick mendapatkan panggilan untuk berbicara di 9 kota dalam sepuluh hari. Dikarenakan banyak tempat yang harus dikunjungi. Akhirnya panitia menyiapkan 1 pesawat kecil untuk mengangkutnya ke kota-kota tour. Pesawat diisi oleh 8 orang dan diantarAnya ada 2 orang pilot yang sama2 bernama Miguel dan tidak begitu fasih bahasa inggrisnya.

Dalam salah satu perjalanannya, semua orang dalam pesawat resah saat mendengarkan peringatan dari sistem komputer pesawat yang meneriakkan "Pull Up... Pull Up!!!" yang artinya Naik... Naik!!!, kepanikan ini makin bertambah dengan ketinggian penerbangan pesawat yang makin menurun drastis sambil sesekali diiringi suara komputer yang menyuruh Naik... Naik!!!

orang-orang disekitar mulai bisa tenang, hanya saja Nick semakin panik dan bertanya kepada asistenya. apakah kita perlu menerjemahkan peringatan dari komputer pesawat itu kepada kedua pilot ini. keresahan tidak hilang dari fikiran Nick hingga akhirnya pesawat mendarat dengan selamat. beberapa saat kemudian saat penerjemah yang berada dalam rombongan Nick menyebutkan moment kepanikan tadi kepada para pilot, mereka tertawa terbahak-bahak.

"kami tahu komputer itu mengatakan apa. tetapi kami selalu mengabaikan komputer,
sewaktu akan mendarat"



Nick Bersama Sang Istri Tercinta
 memang Nick memngakui pada moment tersebut ia kehilangan kepercayaan kepada sang Pilot. namun disepanjang jalan dia yakin tuhan akan menjaganya. dia selalu percaya bahwa kemungkinan akan selalu ada. jika bisa membayangkan masa depan yang lebih baik, kita bisa mempercayainya, dan jika kita percaya kita bisa meraihnya.

disini saya dapat mengambil kesimpulan bahwa terkadang kita harus bisa ikhlas mengembalikan sesuatu kepada Tuhan YME. pasti pernah terbesit dibenak kita berfikir negatif dengan rencana-Nya, hanya saja kita tidak melihat lebih jauh tentang apa rencana-Nya kedepan terhadap kita. Biarkan tuhan menjadi pilot dalam kehidupan kita, karena pada dasarnya apapun yang dia berikan, itulah yang terbaik bagi hambaNya.

24 Jul 2014

Selamat Idul Fitri 1435 H (Minang Version)

Oi sanak... bapantun wak saketek baa nyo???
 Mainkan....


Buah cimangko dijuluak ndak sampai
Dimakan tigo paruik tapilin
Ndak disangko bulan Ramadhan ka pai
Maafkan lahir dan bathin

Bali sawo ka kota malang
Sambia banyanyi ditangah jalan
Hari rayo ka manjalang
ikhlaskan hati untuak bermaafan

Banyak ragamnyo pabukoan di pasa ateh
Nan paliang lamak si bubua kampiun
Kalo ado salah jo janggal nan talinteh
Kini masonyo maminta ampun

Tinggi tabangnyo si buruang dara
Singgah sabanta ditapi talago
Sampaaikan salam kami ka sanak saudara
agar silaturahmi tetap tajago...


Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H
Kita sambut hari nan fitri dengan saling memaafkan :)


22 Jul 2014

Buka Bersama Agribusiness Comunity 2007

tanpa disadari sudah 7 tahun berlalu sejak saya dan teman-teman pertama kali menginjakkan kaki di Universitas Andalas Padang. Tepatnya saat itu Juli 2007. saking lamanya ngak pernah ketemu bikin moment berbuka bersama di tanggal 20 Juli 2014 ngak boleh disia-siakan.


Sedikit mengingat masa-masa kuliah dulu. Buscorner (Agribusiness Comunity 2007) terdiri dari 41 anggota. Namun ditengah perjalanan satu demi satu personel berguguran. Mulai dari yang berhenti kuliah, mengulang di spmb berikutnya, pindah jurusan dsb. Hingga saat ini hanya tersisa 35 anggota saja.

Hanya saja dalam kesempatan berbuka kali ini banyak diantara kita yang ngak bisa hadir. Ada yang ngak bisa pulang karena ada kerjaan, ada yang sudah merit dan ikut suami dan beberapa rekan lain yang jadwalnya bentrok dengan jadwal buka kali ini...
tapi ngak papa, berapapun yang hadir setidaknya sudah mewakilkan kebersamaan kita dimasa kuliah

Terimakasih buat rejan-rekan yang sudah bersedia hadir, mudah-mudahan kebersamaan kita bisa dirajut hingga usia senja nanti... amin #GodBlessUs

19 Jul 2014

Roda Pasti Berputar

Terkadang saya merasa geram untuk selalu dikecilkan, dianggap remeh, ataupun dianggap tidak mampu dalam melakukan sesuatu. Seakan jerih payah yang dilakukan tidak membuahkan hasil, setidaknya saya sudah mencoba, namun mungkin saja nasib baik yang belum berpihak.

Apalagi ketika harus berurusan dengan orang-orang yang selalu mendongakkan lubang hidungnyca kelangit, merasa lebih tinggi dan menganggap orang lain lebih rendah, tanpa ada secuil sikap menghargai dalam dirinya. Hanya sekedar senyuman basa basi busuk pelepas hutang, daripada dikira sombong, padahal semuanya palsu.

Ya... tentunya anda berhak melakukan itu kepada siapapun, toh saat Ini anda sedang diatas, tapi ingat Bung... yang namanya roda pasti berputar, mungkin suatu saat anda juga membutuhkan bantuan dari orang-orang yang anda anggap hina. Saya harap anda jangan sungkan dan jangan merasa malu jika meminta bantuan kepada orang yang anda kecilkan, yang nantinya dengan sukarela membantu anda... saya siap menyingsingkan lengan baju sayak yang lusuh untuk membantu anda :)

Silahkan anda dengan bangga menggunakan pakaian keangkuhan jika itu memang harus. Silahkan juga gunakan pernak pernik keacuhan jika itu bisa meningkatkan harga diri anda. Dan silahkan anda berkoar-koar sesuka hati menunnjukkan bahwa anda pemenangnya, yang secara tidak langsung, sadar ataupun tidak anda sadari, sikap itu menunjukkaan betapa kecil dan rendahnya anda.

Tapi sekali lagi saya ingatkan... kalo yang namanya roda pasti berputar Bung!!! Silahkan anda perhatikan sendiri lingkungan anda. Di saat hidup seekor burung bisa membusungkan dadanya dan memangsa serangga sebagai santapannya, tapi ketika si burung mati, bisa anda bayangkan apa yang bisa dilakukan serangga terhadap bangkai predatornya ini???

Mungkin bisa jadi bahan renungan, bahwa dalam pergaulaan, pekerjaan, lingkungan sosial serta dalam aspek kehidupan lainnya yang paling dibutuhkan adalah sikap saling menghargai, walaupun orang tersebut anda rasa lebih rendah dan hina. Tanpa harus menunjukkan siapa diri anda.

Dengan menghargai keberadaan orang lain, setidaknya tidak akan menindas perasaan orang lain dengan keangkuhan yang anda banggakan. Ingat... dunia berputar Bung! Alangkah baiknya selagi anda diatas belajarlah untuk menghargai orang lain, agar saat anda berada dibawah nantinya bukan jadi bahan hinaan yang berasal dari sikap semena- mena anda terdahulu...

Ngak Semudah Itu...

Mereka bisa berkata apapun tentang diri saya, menceritakan kejelekan, kelemahan, atau menggunjingkan hal-hal yang sama sekali belum tentu kebenarannya. Mengejek, mencomooh, merendahkan, bahkan seolah ingin menjatuhkan diri saya kelembah kertepurukan yang amat dalam, tapi ngak semudah itu... :)

Mereka bisa mencoba melakukan apa yang ingin mereka coba lakukan dalam rangka menjatuhkan saya, ya... saya cuma bisa bilang "monggo...", toh kalo dengan cara seperti itu bisa membuat mereka senang, kenapa tidak??? Tapi dengan tegas saya bilang, ya ngak bakal semudah itu lah :)

Dengan segala kerendahan hati saya haturkan maaf yang teramat sangat, kalo ternyata apa yang mereka fikirkan terhadap diri saya, ngak akan merubah satupun pendirian yang ada. Ini hidup saya lho.... saya yang menjalani dan saya merasa senang untuk menjalaninya dengan apa adanya, terus.... kenapa mereka yang mesti sewot???

Before You Judge ME, make sure you are perfect ;)

18 Jul 2014

Melepas Lelah Di Pantai Tiku…

Sore menjelang, dengan sedikit kebesaran hati kami harus meninggalkan keindahan Pantai Gondoria, kami kembali menaiki kendaraan masing-masing dan segera bergegas menuju tempat selanjutnya. Kali ini perjalanan diteruskan menuju pantai Tiku. Letak Pantai Tiku dari Gondoria tidak begitu jauh, hanya berkisar 30-45 menit, pemandangan disini juga ngak kalah indahnya. lokasi pantai ini terletak di Kecamatan Tanjung Mutiara, kabupaten Agam.


Ngak seperti di Pantai Gondoria, antusias saya untuk bermain di air laut mulai menurun. Bukan berarti tempat ini tidak bagus, hanya saja kelelahan seharian berada di pantai, membuat saya hanya ingin menikmati pemandangan sambil sesekali duduk dibibir pantai untuk menyaksikan teman-teman dan pengunjung lain yang asyik berlarian saat dikejar ombak. Disatu sisi ada yang menikmati keindahan pantai dengan tidur dibawah pohon Kelapa, dan ada yang hanya duduk-duduk sambil menyantap cemilan di lapak-lapak yang sudah disediakan pedagang yang ada disana.


Setelah puas melihat pemandangan, saya mengajak zee-zee untuk melihat-lihat kuliner yang ada di sekitar pantai tersebut. Ternyata kuliner yang ada disini cukup beragam. Mulai dari kerupuk kuah, jagung bakar, pensi, langkitang dan lokan. Ada yang beda dengan kuliner disini yang membuat saya dan zee penasaran. Ada langkitang, apa itu langkitang? Setelah memutuskan memilih salah satu tempat yang dirasa paling strategis. Akhirnya kita memesan 2 porsi Lankitang untuk dinikmati bersama. Langkitang adalah siput air laut yan proses pengolahannya hamper sama dengan pensi, namun dari segi tekstur lebih mirip cumi-cumi karena dagingnya lebih padat dan keras disbanding lokan dan pensi.


Saat itu hanya ada saya, zee-zee dodi dan nabil (Bontotnya zee). 2 porsi Langkitang dan 1 porsi pensi sudah tersedia diatas meja. Rasa penasaran kami terhadap makanan ringan ini ternyata tidak berhenti disini. 1 porsi langkitang kembali dipesan dan berhasil mendarat sempurna didalam perut kami. Setelah puas menyicipi segala kuliner yang ada dipantai ini. Kami memutuskan kembali ke lokasi parkiran mobil. Disana kita bersiap-siap untuk membersihkan badan sambil menunggu sunset.

Tak terasa perlahan matahari turun ke peraduannya, cahaya keemasan mulai menghiasi langit pantai Tiku, warna keemasan yang dipancarkan tampak indah dengan perpaduan langit yang mulai gelap. Kamipun menikmati pemandangan indah yang tidak pernah ditemui di Kota asal. Tentunya ngak lupa moment berharga ini diabadikan dalam jepretan-jepretan sederhana melalui kamera smartphone. Kebersamaan kami diakhiri dengan Foto bersama pertanda liburan kali ini harus berakhir. Hari semakin gelap, menandakan kami harus segera bergegas meninggalkan tempat ini .

17 Jul 2014

Pariaman dan Pesona Gondoria :)


Tepatnya hari Sabtu, anak-anak sudah menyiapkan segala kebutuhan untuk keberangkatan kita di Perjalanan kali ini, mulai dari persiapan snack, minuman dan pendanaan di H-1 menjelang keberangkatan. Sempat juga ada yang risih Karena pada saat itu saya  dan si Bos melakukan survey ke Painan bersama Uni Marni dan bank Denny (Agen ASM), dikarenakan jarak yang ditempuh cukup jauh ke Painan, lebih kurang 5 Jam pergi dan 5 jam pulang dari bukittinggi. Dikhawatirkan saya dan Bos tidak bakal datang dalam acara jalan-jalan ini. Sempat membuat tanda Tanya anak-anak lain, tapi kalo difikir-fikir ya… ngak mungkinlah kalo kita ngak ikut. Daripada melongo menatapi weekend yang berlalu begitu saja, mending kita jalan-jalan, lagian dalam rangka menyambut bulan Puasa yang tinggal dalam hitungan minggu lagi.
Sebelum berangkat, seperti biasa kita berkumpul dulu di halaman kantor tercinta. Kali ini kita berangkat hanya dengan menunakan 2 armada, dikarenakan personel kita banyak yang ngak bisa hadir, sebut saja zalman yan harus mengajar dihari sabtu ini. Kebetulan selain sebagai seorang Marketing Officer dia mengambil Job sebagai guru kontrak di daerah Palembayan, kalo Elvi lain lagi, memang Ibu muda yang satu ini belakangan agak susah untuk berpergian, mengingat anaknya masih sangat kecil dan rentan terhadap lingkungan emaknya yang tidak bersahabat hahaha…
Ira (Admin) juga ngak bisa hadir dikarenakan ada tradisi yang harus dilakukannya menjelang bulan puasa bersama keluarganya, entah apa tradisinya biarlah itu menjadi rahasia antara dia dan keluarga, next kak Lina terpaksa absen dari kegiatan jalan-jalan ini dikarenakan  harus menemani sang suami menghadiri acara family gathering di Bukit langkisau Painan.
Perjalanan menuju destinasi kita kali ini dimulai, Get ready for our vacation guys!!! Wajah sumringah dari rekan-rekan terpancar nyata dari senyum mereka yang merekah. Tapi kesumringahan wajah kita agak tertahan dikarenakan belum menyentuh yang namanya nasi di Pagi ini. Maklum, agar waktu lebih efisien kita memang sengaja ngak makan pagi dan mencari kedai makan yang biasa kita kunjungi disaat jalan-jalan, yaitu soto Pak Asep yang terletak dikawasan aia angek, sebelum memasuki kawasan padang Panjang. Menu andalan disini memang soto, namun masih banyak menu lainnya seperti gado-gado, mie goring dan rebus, dll (Iklan…, kayanya Pak Asep perlu bayar Royalti ya Pak???).
Setelah sumatera tengah terisi, kita semua kembali memasuki kendaraan masing-masing dan bergegas menuju tempat wisata yang akan kita kunjungi. Apabila kita dari kawasan Bukittinggi, padang panjang, akses menuju Gondoria memang hanya menggunakan transportasi seperti motor atau mobil (pribadi/angkot), namun jika anda berada dikawasan Padang dan sekitarnya, anda bisa menggunakan kereta  Api  wisata yang untuk keberangkatannya dikenakan Rp. 15. 000/ Orang, namun saat pulang anda membayar lebih murah, hanya berkisar Rp. 5.000,- 10.000,- (harga saat tahun 2011).
Entah kenapa bias begitu, saya juga binging, keingat saat zaman kuliah dulu, saya dan teman-teman menggunakan jasa transportasi Mak Itam ini (sebutan untuk kereta api-red), saat keberangkatan dari padang dengan biaya  Rp. 15.000,- kita mendapatkan kereta yang kurang bagus dan sesak, kurang bersih dan terlalu bising  Tapi pas kepulangan kita mendapatkan kereta ekonomi yang lebih bagus, tempat duduknya nyaman, bersih dan pas buat bersantai, hanya dengan Rp. 5.000,-. Kalo difikir-fikir aneh tapi nyata.
Buat anda yang penasaran dengan kawasan Pantai Gondoria ini, saya akan berbagi info untuk anda disini, Pantai ini terletak 60 KM dari Ibu Kota Sumatera barat, Padang. Dijuluki sebagai Kota sala lauak, yang merupakan makanan ringan yang menjadi Icon kota Pariaman. Pantainya yang bersih dan putih membuat kita betah untuk berlama-lama disini. Buktinya aja saat perjalanan ini kita betah hanya duduk-duduk di tepi pantai sambil menikmati udang goreng, kepiting goreng dan salalauak yang dijajakan oleh pedagang keliling yang mayoritas adalah ibu-ibu.  Sambil ditemani es kelapa Muda kita menikmati indahnya view pantai Gondoria. Semilir angin terasa menyejukkan ditengah sengatan matahari pantai yang cukup terik disiang itu.
Disini kita juga bisa menyebrang ke Pulau kecil yang ada di Tengah Lautan, untuk menyebarang kesana kita bisa menggunakan kapal dengan biaya Rp. 30.000,- perorangnya, hanya saja jika kita berangkat dengan pasukan yang cukup banyak, harga dapat ditawar, dengan syarat hanya kita dan sipemilik kapal yan tahu, jangan sampai diketahui dengan pemilik kapal lainnya, karena dapat mengakibatkan kecemburuan social. Sayangnya dikarenakan hanya ingin  bersantai di Tepi pantai, kita memutuskan untuk tidak mengunakan jasa penyebrangan tersebut.

Syukuran Perpanjangan Kontrak (Pantai Gondoria dan Tiku)



Tiga hari berada di Bandung, masih dalam rangka cuti perpanjanGan kontrak kerja, saya sudah disibukkan dengan group BBM kantor yang ngak berhenti-hentinya berbunyi. Masih ingat jelas bahwa di Pagi itu senin tanggal 08 juni 2014 saya berencana pergi mencari oleh-oleh Khas Bandung ke daerah Pasar Baru. Jujur ini pertama kali saya menyusuri kota Bandung dengan angkot, sedikit was-was namun dengan bermodalkan bertanya  ke penjual lontong, akhirnya saya berhasil menuju tempat pusat oleh-oleh itu dengan selamat.
Selama perjalanan cukup deg-degan juga, Karena lokasi yang dimaksud sama sekali belum pernah dilihat. Harus berhenti dimana juga bingung. Tapi untungnya ada pasangan suami istri yang sudah cukup berumur menyuruh saya untuk mengikuti beliau saat turun dari angkot. Ternyata tujuan beliau juga sama dengan tujuan saya. Sedikit lega dan sangat berterimakasih, akhirnya ada juga yang nuntun ke jalan yang benar hahaha…
Permasalahan ke Pasar barunya udah selesai dengan pertolongan pasangan suami istri tadi, tapi bunyi alert BBM ngak berenti-henti selama perjalanan. Ternyata Si Bos yang menjadi actor dalam group BBM. Mulai dari basa basilah yang katanya Kantor kita tiap bulannya ada aja event syukurannya, mulai dari Bonus yang diperoleh Lukas saat menjabat Jadi ketua BAS, acara syukuran ulang tahun teman-teman kantor, syukuran panti asuhan dalam rangka ulang tahun sinarmas, sampai perpanjangan kontrak inipun juga di jadikan moment buat syukuran (lebih ke traktiran sih…)
Ya… dengan senyum dikulum, Cuma bisa menyaksikan aksi anak-anak di group yang makin panas membara meminta tagihan traktiran rekan-rekan yang di perpanjang kontraknya Bulan Juni. Sekedar informasi saja, kalo dibulan ini ada 3 karyawan yang kontraknya diperpanjang yaitu saya, Tika (admin), yogi (Surveyor), dan tetep aja masih ada celah buat nambah uang traktiranya, Aldi (Bagian Operasional) akan berulang tahun di Bulan Juni ini, jadi mau ngak mau dia juga harus berpartisipasi untuk acara yang akan diadakan ini. Daripada ntar traktirannya terpisah, malah lebih berat dibiaya.
GRoup BBM masih saja berdentang tiada henti, dan ngak mau ketinggalan,  sesekali sayapun ikut berpartisipasi, agar tetap bisa memantau sejauh mana perkembangan  infonya (cielah… kaya program berita aja).  Ngak lama setelah itu Tika mem BBM saya dan mengatakan kalo anak-anak udah membuat acara perpanjangan kontrak kita-kita dengan jalan-jalan ke Pantai Gondoria dan Tiku dengan rincian biaya yang bisa dibilang masuk diakal. Yang kurang masuk diakalnya, terpaksa sedikit berhemat saat berjalan-jalan di Bandung, agak nahan selera karena acara akan diadakan semingu setelah kepulangan liburan ini, yaitu di weekend mendatang. Padahal jiwa untuk mengabrek isi pasar masih begitu membara hehehe. Hello… duit lagi sekarat-sekaratnya, gaji bulan depan juga masih jauh :(

14 Jul 2014

Indahnya Panorama Puncak Lawang



Setelah selesai berfoto, bersalaman dan berpamitan kepada pihak panti, dengan sigap kami melangkahkan kaki ke mobil masing-masing dan menuju destinasi selanjutnya yaitu Puncak lawang. Dari matur ke Puncak Lawang ini tidak terlalu jauh, hanya memakan waktu 30 menit saja. Buat anda yang suka dengan view Perbukitan dan Danau, disini tempat yang bisa direkomendasikan, karena disini kita bisa melihat view danau maninjau dari ketinggian. Selain itu banyak tempat outbound yang disediakan disini. mulai dari Trampolin untuk si kecil, flying fox, hingga bagi anda yang pengen menguji adrenalin untuk menikmati indahnya alam maninjau dari atas dengan menggunakan parasut atau yang sering disebut dengan paralayang juga bisa ditemui disini. untuk harga pastinya saya kurang tahu tapi denger-denger kabar Rp. 750.000,- untuk satu kali penerbangan.
Saat menginjakan kaki disana pemandangan tersamarkan dengan kehadiran awan yang menutupi kecantikan danau maninjau. Sehingga sejauh mata memandang hanya bisa menyaksikan putihnya awan. Tapi lambat laun angin menyapu keberadaan kumpulan awan, sehingga terpancarlah keindahan danau maninjau dari Puncak lawang ini, apalagi ditemani dengan pengunjung yang bersedia bermain paralayang.

29th Anniversary




Tepatnya selasa tanggal 29 Mei 2014, saya dan rekan-rekan kantor merayakan ulang tahun perusahaan kami dengan mengadakan bakti sosial ke panti asuhan. Untungnya saat itu bertepatan dengan tanggal merah memperingati Isra’ mi’raj, sehingga kita ngak perlu mencari hari kosong untuk melakukan acara bakti sosial ini. perjalanan kita dimulai dengan berkumpul dikantor jam 08.00 pagi. Namanya juga orang Indonesia, pasti ada aja celah untuk molornya. Padahal beberapa dari teman-teman sudah menunggu di depan kantor dari jam 07.30. ada yang ngurus anak dulu lah, ada yang ngurus bapaknya anak-anak dulu, maklum karyawan disini rata-rata Ibu-ibu muda yang memiliki anak kecil. Kalo Ibu-Ibu Mah masih mending, yang kesalnya kita harus ngejemput Zalman, salah satu rekan saya yang paliang sering make jam karet. Jadi kalo berurusan sama bapak 1 anak ini memang harus bersabar hahah...
Perjalanan di mulai Jam 09.00 pagi, untungnya semua karyawan Perusahaan ini bisa berpartisipasi di acara ulang Tahun perusahaan ini. sempat down juga karena sebelumnya ada beberapa karyawan seperti ira yang berencana tidak akan hadir pada kegiatan bakti sosial dikarenakan anaknya sedang kurang sehat belakangan ini. belum lagi Indra yang biasanya jarang sekali mau berpartisipasi dalam kegiatan weekend kita, selain bentrok dengan jadwal kuliah ternyata bro yang satu ini juga sering mabok dalam perjalanan, makanya dia memutuskan untuk tidak pernah berpartisipasi dalam kegiatan weekend, tapi mungkin karena moment ini jarang sekali terjadi, akhirnya diapun bersedia untuk Join dalam kegiatan ini.
 Perjalanan di mulai dan kita berangkat dengan menggunakan 3 armada kantor dengan kisaran waktu  1 jam dari kota Bukittinggi. Perjalanan kami dimulai dengan memasuki kawasan Ngarai bawah. Sebenarnya paling males kalo harus lewat jalan yang satu ini. dikarenakan selain jalannya sempit juga cukup bikin isi perut kita diguncang, kalo ngak kuat ya ujung-ujungnya mabok. Tapi untunglah si Aldi yang bertindak sebagai sopir mengendarain kendaraanya cukup tenang dan aman. Mobil kami berada diurutan pertama disusul mobil kedua yang ditempati Kak lina and the gank serta mobil Ketiga yang diisi oleh Elvi and the gank.


Mobilpun melesat dengan cepat dan memasuki kawasan Matur, sesaat kemudian kitapun memasuki gerbang  panti asuhan yang menjadi target bakti sosial kali ini. panti Aisyiyah MAtur,  disini diisi oleh 28 orang anak perempuan. Betapa  bahagianya hati kami ketika satu persatu anak disana menghampiri kami dan menyalami kami  ketika turun dari kendaraan masing-masing. Setelah bersalaman dengan adik-adik kami langsung menyalami para pengurus panti dan digiring untuk memasuki mushalla yang terletak dilantai dua dimana acara akan berlangsung.
Setelah personel perusahaan dan personel panti lengkap acarapun dimulai. Kali ini saya yang bertindak sebagai MC. Tanpa berlama-lama sayapun maju meminta izin kepada pihak Panti dan acarapun berlangsung dengan tertib dan lancar hingga akhir acara. Setelah seluruh rangkaian acara terlaksana, saya meminta pimpinan perusahaan untuk menyerahkan bantuan yang sudah dihimpun kepada perwakilan panti asuhan dan dilanjutkan dengan pembagian angpao serta tidak lupa untuk mendokumentasikan kegiatan ini dengan berfoto bersama adik-adik panti asuhan. Setelah seluruh rangkaian acara selesai, kamipun mohon undur diri dan menuju tempat berikutnya (Bersambung...)

Indahnya Berbagi Di Moment Ulang Tahun Perusahaan


Selama beberapa Bulan terakhir weekend terasa lebih indah dan seru, dikarenakan hampir di setiap weekend saya dan rekan-rekan di Kantor selalu jalan-jalan keliling daerah Sumatera barat, mulai dari Danau Singkarak, maninjau, Danau Kembar  hingga ke Pemandian baik itu air panas yang ada di Batu Sangkar sampai Ke pemandian Malibo anai yang ada dikawasan padang Panjang. Belum lagi keindahan pantai mulai dari Pantai Padang, Pantai Gondoria (pariaman), Carocok (Painan) dan lain sebagainya. Kebayang dong gimana serunya???
Hingga akhirnya sampai kepikiran bagaimana kalo weekend kali ini kita ngak hanya sekedar jalan-jalan, tapi juga diisi dengan acara bakti Sosial ke Panti Asuhan, berhubung di hari selasa Tanggal 27 Mei 2014 perusahaan tempat saya bekerja akan berulang tahun yang ke 29. Untungnya ide-ide yang sempat kami diskusikan bersama ini mendapat respon yang baik bagi teman-teman kantor dan pimpinan perusahan.
Sebulan sebelum acara , kami sudah mendiskusikan berapa kisaran dana yang akan dikumpulkan dan apa-apa saja yang akan dibeli untuk nantinya disumbangkan kepada adek-adek yang ada di Panti Asuhan. Ngak lupa kita mencari informasi seputar panti yang akan kita kunjungi nantinya. Setelah begitu banyak referensi akhirnya zee, salah seorang admin diperusahaan tempat saya bekerja menyarankan untuk memilih Panti Asuhan Aisyiyah yang berada di Kawasan maatur yang bakal kita kunjungi nantinya, dengan berbagai pertimbangan akhirnya kami setuju dan meminta zee untuk memastikan jumlah anak dan pengurus agar sumbangan yang nantinya kami berikan tidak kurang.
Waktu menjelang perayaan ulang tahun perusahaan makin dekat, hanya tinggal hitungan hari. Dana segar dan bantuan lainnya seperti baju layak pakai, sandal dan lain sebagainya sudah terkumpul. Hanya saja sembako yang akan kita serahkan nantinya ke Pihak panti masih belum dibeli. Untuk membeli keperluan itu saya bersama Kak Lina, Tika dan yogi langsung turun ke pasar dan mencari bahan- bahan tersebut. mulai dari minyak goreng, gula, Telur hingga mencari beras langsung ke penggilingan di kawasan Gadut (Bersambung...)

Objek WIsata Air Keramat (Kawah Tangkuban Perahu Eps. 3)



Perjalanan masih dilanjutkan, diujung jalan Lukas melihat Plang yang bertuliskan air keramat. Bikin kita jadi penasaran. Seperti apa air keramat yang dimaksud? apa ada varian rasanya kaya strawbertry, blueberry duren dll, trus kalo dibasuh ke muka dan badan apa bikin fresh kaya iklan minuman isotonic? hahah... makin difikir makin banyak pertanyaan yang berputar di kepala kita. daripada galau dengan pertanyaan tersebut, kita memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke kawasan Air Keramat.
Perjalanan dilanjutkan, sedikit ragu untuk meneruskan karena semakin keujung semakin sedikit orang yang kita temui. Namun karena didera oleh rasa penasaran yang memuncak dan ngak bakal tau lagi nantinya kapan bisa balik kekawasan ini, akhirnya kita beranikan diri untuk melanjutkan perjalanan. Perjalanan hanya berkisar 1 KM dari lokasi pasar wisata Gunung tangkuban perahu. Bisa ditempuh dengan jalan kaki 15 – 30 menit saja. Perjalanan ngak bakal membosankan Karena di bagian kiri kita masih bisa menyaksikan indahnya kawah Tangkuban Perahu dan juga disepanjang jalan dipenuhi dengan view hutan dan sesekali kita menemukan warung kopi, bagi pengunjung yang merasa letih ditengah jalan, ngak usah khawatir karena terdapat banyak warung kopi dan tempat duduk yang mengarah ke kawah Gunung disepanjang jalan.
Akhirnya kita sampai juga dilokasi Air keramat.  Awalnya difikiran saya air keramat yang dimaksud seperti air terjun atau mata air di alam bebas, namun ternyata air keramat disini sudah dibuatkan seperti kamar mandi, jadi bagi pengunjung yang ingin mandi, berwudhu, atau hanya sekedar mencucui muka dipersilahkan disana, dengan membayar Rp. 2000,- kedalam kotak yang sudah disediakan. Namun sebelum memasuki kawasan ini kita bakal mencium aroma kemenyan yang cukup kuat, bagi anda yang tidak sanggup mencium aroma kemenyan ini mungkin bisa mengakibatkan pusing dan mual. Apabila sakit berlanjut, silahkan hubungi dokter hahah… iklan lagi ;)
Sesampainya disana kita disambut dengan mbah-mbah yang berblankon dan bertongkat. Apapun yang ingin ditanyakan bisa langsung ditanyakan kepada Mbah-mbah juru kunci air keramat tersebut. hanya saja dikarenakan ingin segera merasakan kesegaran air keramat. saya memutuskan untuk langsung masuk kesana sekalian mengambil wudhu Karena waktu Dzuhur sudah lewat. Namun dikarenakan peminatnya cukup banyak, agak susah untuk segera mungkin bisa mendapatakan kesegaran air keramat.
Sebelum masuk ke kamar mandi yang dialiri air keramat tersebut. saya beserta pengunjung lainnya penasaran dengan tempat semedinya mbah-mbah juru kunci disini. Kita dipersilahkan untuk masuk dan melihat-lihat tempat persemedian tersebut hanya dengan bermodalkan Rp. 1000,-  untuk biaya masuk dan 1 buah botol yang diisi minyak dan sumbu yang dibakar yang nantinya berfungsi sebagai alat bantu penerangan kita selama didalam. Tempat persemediannya tidak cukup luas hanya berupa ruang kecil didalam lorong yang tidak terlalu panjang.
Dengan penasaran saya terus masuk bersama para pengunjung lainya. Hanya saja Lukas berhenti ditengah jalan dan memutuskan untuk keluar, mungkin agak phobia dengan kegelapan lorong tersebut. memang tempatnya agak sedikit mistis tapi untungnya tidak terjadi apa-apa disana, walaupun sebenarnya agak sedikit takut juga, sampai-sampai di sepanjang jalan saya ngak berhenti mengucapkan doa dan zikir :)
Setelah rasa penasaran tadi terobati,  saya dan pengunjung lainnya keluar dengan selamat. Dan kembali mengambil nomor antrian untuk masuk kedalam kamar mandi yang dipenuhi air keramat tadi hahah... kunjungan dokter gigi kali, pake nomor antrian. Setelah saya berhasil masuk, saya langsung mencuci muka dan mengambil air wudhu, dan memang ternyata airnya sangat sejuk. Mungkin saja karena langsung dari pegunungan sehingga sayang rasanya kalo ngak mandi setelah berjalan cukup jauh. Namun dikarenakan tidak membawa perlengkapan mandi, saya  hanya mengambil wudhu dan segera menunaikan sholat zuhur.
 Setelah selesai, kamipun kembali menelusuri jalan pulang yang sama dengan arah kedatangan tadi, dari segi pemandangannya lokasi ini sangat direkomendasikan untuk dikunjungi. Karena spot-spotnya yang bisa memanjakan mata dan juga dari segi udara yang sejuk membuat saya ingin kembali ke lokasi wisata ini suatu hari nanti. Perjalanan kami dihiasi dengan obrolan ringan 2 orang sahabat sambil sesekali melihat-lihat oleh-oleh yang dijajakan disepanjang jalan lokasi objek wisata ini. sungguh perjalanan singkat yang tak akan  terlupakan.

Sesampainya di Tempat Tujuan (Kawah gunung Tangkuban Perahu Eps. 2)

Tak terasa 60 menit perjalanan sudah kami tempuh dan kami sudah berada di Pintu Masuk Kawasan Objek Wisata Tangkuban Perahu. Untuk masuk kelokasi ini kita ngak perlu merogoh kocek yang dalam. Hanya dengan 34.000,-/ orang kita bisa menikmati pemandangan indah dari kawah Gunung ini. namun sayangnya dikarenakan hari minggu, jalan disekitar tempat wisata ini macet dan ngak beraturan. Namun tetap saja kegalauan di jalan tidak menyurutkan tekad kami untuk melihat view kawah Gunung tangkuban Perahu.
Setelah kita memarkirkan kendaraan. Kita mulai meniti satu persatu anak tangga, ngak lupa di spot-spot tertentu kita mendokumentasikan  gambar-gambar yang dirasa penting demi menjunjung tinggi suatu keeksisan hahah... disana terdapat 12 kawah gunung  yang membuat mata saya ngak berhenti memandang keindahannya.  Hanya saja tidak semua kawah yang ada disana sempat kami kunjungi.
Setelah menikmati pemandangan yang ada kami mencoba melihat buah tangan khas Kota Bandung yang ada disekitaran objek wisata ini. Ditengah perjalanan makin banyak ditemui tempat marchendise khas Bandung. Mulai dari kaos bandung yang di bandrol Rp. 15.000,-./ Helai hingga beberapa marchendise lainnya seperti Mainan Kunci, Tas dan Dompet Kulit, Pajangan-Pajangan dan banyak lagi yang lainnya. Tanpa fikir panjang sayapun langsung membeli  beberapa oleh-oleh yang dirasa perlu untuk pulang kampung nanti. Sempat kesal juga seh, karena memang ngak bakat nawar.
Jadi ceritanya gini, sesampainya dikawah gunung Tangkuban Perahu, saya melihat  seorang pedagang sebut saja Budi (cielah… kaya acara criminal aja J ) yang menjual Mainan Kunci, karena ngak tau ternyata disini ada pasar khusus oleh-oleh, saya putuskan untuk membelinya dulu daripada ntar susah untuk mencarinya. Pas ditanya harga maian kunci itu 1 set , si Bapak Menyebutkan 60 Ribu Rupiah untuk 12 Biji Mainan kunci (1 set). Saya coba tawar deh hingga dealnya di Rp.35.000,- eh ternyata si Bapak Mau, dengan bangganya saya merasa pinter menawar dari harga Rp. 60.000,- ke Rp. 35.000,-. Masih dengan senyum dikulum saya berjalan dan melintasi pasar  tersebut. disana saya menemukan mainan kunci yang sama seperti dengan yang ditawarkan si bapak penjual tadi. Tapi yang bikin miris itu, ternyata saya sudah ditipu oleh si penjual tadi. Karena harga dasar yang diberikan pembeli itu kesaya hanya Rp. 35.000,- dan itupun belum harga Fix, masih Bisa digoyang sekitar Rp. 20.000 – 25.000/ setnya. Perasaan langsung ngak enak dan merasa galau karena kebodohan sendiri. Tapi ya sudahlah...


2nd Destination (Kawah Gunung Tangkuban Perahu)


Pagi kembali menyapa dengan sejuknya udara yang menusuk ke tulang dan membangunkan saya dipagi Minggu itu. Tanpa terasa ini merupakan hari ke 3 saya berada di Bandung, yang pasti masih banyak objek wisata yang ingin saya kunjungi disini. tapi sisa-sisa keletihan dari perjalanan semalam memang belum habis seutuhnya, dikarenakan setelah pulang dari kawasan Ciwidew kemaren kami masih melanjutkan perjalanan mengeliling kota Bandung di malam hari hingga jam 12 WIB. Namanya juga jalan-jalan, paling ngak tega kalo waktu terbuang percuma dengan hanya tidur-tiduran di kost heheh.
Perjalanan kami dipagi ini tidak terlalu terburu- buru. Dikarenakan tempat yang kami tuju hanya 60 menit dari lokasi tempat tinggal kami di Jalan Pajajaran.  Seperti biasa setelah mandi kami menuju tempat sarapan yang letaknya ngak jauh dari kost. Masih dengan formasi yang sama, Lukas yang mengendarai motor dan saya yang menjadi penumpang setianya, kita berangkat menuju tempat sarapan, kali ini saya memilih menu nasi kuning, ternyata nasi kuning yang disediakan disini porsinya sama dengan porsi makan siang, sehingga kita ga perlu lagi mengeluarkan uang untuk membeli cemilan, karena sepanjang perjalanan kita masih ditemani perut yang terisi penuh J
Seperti hari sebelumnya, kita hanya mengandalkan tekad yang membara dan google map. Jadi sebelum berangkat saya sudah mengisi batrai HP dan Powerbank sepenuh-penuhnya. Agar tidak tersesat nantinya di jalan. Perjalanan kembali kita lanjutkan dan kita menuju ke arah lembang. Ada beberapa objek wisata yang bisa kita tuju didaerah ini seperti Boscha, gunung Tangkuban perahu, pemandian air panas Ciater dll. Namun dikarenakan keterbatasan waktu liburan kita, kita memilih Kawah Gunung tangkuban perahu sebagai objek tujuan kita kali ini.
Ada info  buat anda kalo ternyata yang namanya  Gunung tangkuban perahu adalah salah satu gunung yang terletak di Provinsi  Jawa Barat. Lokasinya berada sekitar 20 KM Kearah utara Kota bandung,  Gunung ini memiliki ketinggian 2.084 Meter. Kalo Inget Gunung tangkuban perahu pasti inget dengan cerita sangkuriang yang jatuh cinta kepada Ibunya yang bernama Dayang Sumbi.  Jadi keinget masa-masa SD dulu... kita flashback sedikit deh ceritanya.  Untuk menggagalkan niat anaknya menikahinya, Dayang Sumbi mengajukan syarat supaya sangkuriang membuat perahu dalam semalam . namun ketika usahanya gagal ,Sangkuriang murka dan menendang perahu itu sehingga mendarat dalam keadaan terbalik. Nah Perahu inilah yang kemudian membentuk gunung tangkuban Perahu.

10 Jul 2014

Kawah Putih Bak Negeri di atas Awan (Kawah putih Part III)



Ngak terasa akhirnya kita memasuki daerah Ciwidey, itu berarti sebentar lagi kita akan mendarat dengan sempurna dikawasan Kawah putih, hahah pesawat kali pake acara mendarat :). Akhirnya saya bisa sampai ditempat yang sudah lama saya ingin kunjungi. Dan ketika kami melihat ada monument yang bertulisan Kawah Putih tanpa berlama-lama lagi kita langsung menyiapkan smartphone dan bernarsis ria didepan tulisan kawah putihnya.

Sedikit mengulik tentang objek wisata kawah putih ini, tempat ini berada di ciwidey, bandung selatan, terletak diketinggiang 2300 m dpl, hanya saja untuk mencapai spot wisatanya kita harus mengendarai kendaraan khusus yang menuju kesana yaitu ontang anting. Kendaraan ini mirip Oplet yang diisi oleh 13 penumpang. Kalo penumpangnya belum penuh si sopir ngak bakalan mau jalan. Pas kita sampe disana ontang anting kita hanya berisi 5 Orang yaitu saya, Lukas dan 3 orang penumpang lainya, tapi untungnya ngak lama setelah itu akhirnya kendaraan kamipun penuh dan siap berangkat.

Oh ya... ada yang lupa, saya lupa memberi tahu anda kalo untuk memasuki kawasan ini anda akan dikenakan Rp. 28.000/ orang ditambah biaya parkir kendaraan sebesar Rp. 5000,- jadi dengan harga tiket tersebut kita akan mendapatkan tumpangan pulang pergi dan tiket masuk kekawasan Kawah putih, kalo difikir-fikir cukup murahlah untuk kawasan objek wisata seindah kawah putih ini.  

Ontang antingpun sudah penuh dan melesat dengan sangat kencang. Yang lebih mirisnya lagi saya duduk dipinggir sebelah kanan, agak sedikit horror karena penyangga saya hanya besi dari kursi kendaraannya, tapi dari sisi ini saya bisa melihat indahnya hutan yang ada di sisi kanan ditambah dengan segarnya udara, sehingga bisa membuat fikiran fresh dan hati tenang. Kami mengisi waktu perjalanan dengan cerita-cerita ringan seputar tempat ini, kerjaan dan seabrek cerita lainnya. Saking sibuknya menikmati pembicaraan dan pemandangan yang ada disana ngak terasa kita sudah berada di pintu gerbang kawah putih, disana banyak yang menjajakan masker, bagi anda yang tidak tahan bau blerang disarankan untuk menggunakan masker, agar ngak sesak nafas dan pusing. Tapi karena kami para pejantan tangguh, kami menolak untuk menggunakan masker hahah, mubazir soalnya mending uang beli maskernya buat untuk nambah-nambah jajan disana :p

Lebih kurang 200 meter perjalanan yang ditempuh dari gerbang ke lokasi objek wisatanya. Dari jauh sudah mulai kecium aroma blerang dan secara perlahan tapi pasti nuansa putihpun memenuhi pemandangan. Itu berarti tempat yang dituju semakin dekat. Dalam hati saya berteriak yes... I did it. Akhirnya kesampean juga menginjakkan kaki kedaerah ini.  kamipun ngak mau ketinggalan moment-moment berharga ini untuk diabadikan. Dengan kamera seadanya kami mulai mengabadikan kegiatan kami dari satu sisi ke sisi lain. 

Spot demi spot kami singgahi tanpa ada satu titikpun yang terlewatkan. Mulai dari pintu gerbang hingga ujung dari objek lokasi kawah putih, yang saya sendiripun ngak tahu dimana keberadaannya hahah... Sampai-sampai kami kehabisan gaya dan memutuskan untuk menikmati pemandangan sebelum pulang. Untuk memasuki kawasan ini sebaiknya menggunakan masker karena bau blerangnya bisa membuat pengunjung mual dan pusing apabila terlalu lama berada disini. jadi bagi anda yang mau berkunjung kesini ngak perlu khawatir karena sbelum memasuki lokasi wisata ini ada banyak pedagang  yang menjual masker dan rasakan keindahan negeri kawah putih (Negeri diatas awan).


Selain kawah putih didaerah ciwidey ini cukup banyak objek wisata yang bisa kita kunjungi. Bagi anda yang suka memetik buah strawberry, disepanjang jalan menuju lokasi wisata kawah putih anda bisa singgah dikebun-kebun strawberry dan bisa langsung memetik dan merasakan langsung segarnya buah strawber, kebayang ngak gimana serunya? Selain kebun strawberry kalo anda mau sedikit berjalan-jalan terus menyusuri daerah tersebut, anda akan menemukan kebun teh yang sangat luas dan bisa dijadikan rekomendasi untuk bersantai bersama keluarga, teman, ataupun kekasih disore hari. lebih serunya lagi dipinggir jalan – jalannya disediakan tempat nongkrong buat anda yang ingin menikmati the ataupun kopi.

Serunya lagi lokasi ini sangat dekat dengan pemandian air panas. Karena lokasi daerah ini berada didataran tinggi sehingga udaranya cukup sejuk, walaupun matahari sudah naik diatas kepala tapi masih tetap terasa sejuk. Untuk menghangatkan badan memang paling pas kalo anda juga mengunjungi objek wisata pemandian air hangat disana. Setelah banyak bertanya dengan warga setempat mengenai pemandian air panas ini, mereka menyarankan untuk memilih pemandian Walini dikarenakan disana kolam-kolamnya sudah dibuat seperti kolam renang yang ada di waterpark. Jadi bagi anda peminat waterpark ini sangat direkomendasikan untuk menjadi salah satu tempat rekreasi anda, namun dikarenakan saya lebih senang dipemandian yang masih kental nuansa alamnya, tempat ini tidak terasa begitu istimewa, sehingga saya dan Lukas memutuskan untuk  mencari kafe yang berada disekitar tempat itu untuk berbincang-bincang dan menikmati secangkir kopi saja L. Oh ya... ngomong-ngomong untuk memasuki tempat ini anda ngak perlu merogoh kocek yang dalam kok, hanya dengan Rp. 15.000,-/ orang anda bisa menikmati pemandian disini.

Follow by Email